Strategi marketing Web3 memanfaatkan teknologi blockchain untuk:
- Tokenisasi aset
- Mengamankan data
- Membangun identitas digital
Web3 marketing menekankan hubungan langsung dan saling menguntungkan antara brand dan pengguna melalui insentif yang ditokenisasi.
Perbedaan Web2 dan Web3 Marketing
- Identitas
- Web2:
- Terhubung dengan data dunia nyata seperti email, nomor telepon, dan informasi login media sosial.
- Platform besar seperti Google dan Facebook bisa digunakan untuk membuat profil di berbagai website lain.
- Web3:
- Identitas pseudonim dan direpresentasikan oleh alamat wallet.
- Tidak perlu memberi informasi pribadi untuk berpartisipasi dalam web.
- Satu wallet berperan sebagai “paspor” untuk berinteraksi di berbagai ekosistem dApp (Decentralized Application).
- Sumber dan Kepemilikan Data
- Web2:
- Data pengguna dikumpulkan menggunakan cookies dan tracker.
- Data pengguna dikendalikan oleh platform seperti Google dan Meta dan tidak bisa dipindahkan ke aplikasi-aplikasi lain.
- Marketer bergantung pada alur data yang tidak transparan dan harus percaya pada algoritma black box dari platform.
- Web3:
- Data disimpan di blockchain yang transparan.
- Marketer bisa menganalisis aktivitas wallet, transaksi, kepemilikan NFT, dan lain-lain.
- Data dimiliki pengguna, bukan platform.
- Kanal Marketing
- Web2:
- Bergantung pada kanal tradisional seperti Google Ads, Facebook Ads, SEO, dan newsletter.
- Distrubis konten bergantung pada algoritma dan kadang bersifat pay-to-play.
- Web3:
- Masih menggunakan kanal tradisional Web2, tetapi diperluas juga ke misi pengguna, kolaborasi DAO (Decentralized Autonomous Organization), program referal, dan insentif token.
- Target Pasar
- Web2:
- Target pasar berdasarkan data pribadi (umur, jenis kelamin, lokasi, minat)
- Penargetan dibantu dengan data dari cookies dan platform sosial.
- Web3:
- Penargetan berdasarkan kegiatan wallet, seperti jenis token yang dipegang atau blockchain yang digunakan.
- Otomatisasi
- Web2:
- Otomatisasi melalui API dan platform SaaS.
- Mengandalkan server pihak ketiga.
- Web3:
- Otomatisasi melalui smart contract.
- Kesetiaan Pengguna dan Reward
- Web2:
- Kesetiaan pengguna dibangun melalui diskon, kode voucher, dan promosi email.
- Reward hanya spesifik untuk satu platform dan tidak bisa dipindahkan ke platform lain.
- Web3:
- Reward dalam bentuk token melalui kampanye, staking, badge on-chain, dan akses ke konten eksklusif.
- Interoperabilitas
- Web2:
- Tiap platform adalah ekosistem tertutup yang tidak memungkinkan pemindahan data, identitas, dan reward.
- Brand menggunakan berbagai tool dengan database masing-masing.
- Web3:
- Semua data, identitas, dan reward bisa digunakan di berbagai dApp.
- Wallet yang mendapat badge di satu aplikasi bisa menggunakannya di aplikasi lain.
- Platform bisa saling berkolaborasi karena data disimpan di blockchain.
- Komunitas
- Web2:
- Brand membangun komunitas di platform “pinjaman” seperti Instagram dan Facebook.
- Keterlibatan pengguna bersifat pasif (like, comment, share).
- Web3:
- Komunitas bukan hanya penonton, tetapi ikut jadi pemilik.
- Menerapkan sistem governance dan voting di DAO.
- Imbalan atau insentif untuk membuat konten.
- Model profit-sharing.
Komunitas Sebagai Kekuatan Utama Marketing Web3
Dari perbedaan Web2 dan Web3 marketing, kita bisa melihat bagaimana Web3 marketing menekankan keterlibatan komunitas. Strategi marketing Web3 bertujuan untuk membangun pengalaman yang lebih transparan dan melibatkan pengguna dengan lebih dalam.
Komunitas yang aktif dan terlibat tidak cuma menggunakan proyek blockchain, tetapi juga memberi umpan balik bagi proyek, menyebarkannya ke orang lain, dan bahkan berkontribusi dalam pembuatan keputusan.
Berikut strategi marketing Web3 dalaam membangun komunitas.
Lomba dan Tantangan
Proyek Web3 sering mengadakan lomba atau tantangan yang langsung melibatkan pengguna. Misalnya, proyek gaming bisa membuat lomba desain karakter atau menulis cerita dalam game.
Strategi marketing Web3 ini efektif untuk membuat pengguna merasa mereka bukan cuma konsumen, tetapi sesama stakeholder yang berperan dalam pengembangan proyek.
Meme dan Campaign Viral
Meme bisa membuat konsep blockchain yang masih baru dan asing jadi lebih mudah dimengerti. Membuat konten relatable dan lucu adalah strategi marketing Web3 untuk meningkatkan brand visibility dan brand recognition secara organik.
Mekanisme Reward
Proyek Web3 sering menggunakan reward berbasis token, misalnya melalui airdrop, model game play-to-earn, dan liquidity mining.
Integrasi DAO
DAO atau Decentralized Autonomous Organization memungkinkan komunitas memegang peran aktif dalam governance. Pemegang token governance bisa berpartisipasi dalam voting yang menentukan arah pengembangan proyek Web3. Ini adalah strategi marketing Web3 yang membuat pengguna merasa terlibat dan jadi bagian dari tim yang solid dan bervisi sama.
SocialFi & Incentive-based Campaign
Apa itu SocialFi?
SocialFi (Social Finance) adalah konsep baru yang menggabungkan media sosial dengan DeFi (Decentralized Finance) untuk membangun ekossitem baru di mana pengguna bisa mendapat dan saling bertukar nilai melalui interaksi online.
Prinsip dasar SocialFi adalah ekosistem yang lebih adil dan mengutamakan partisipasi pengguna, di mana pengguna mengendalikan data mereka sendiri dan mendapat imbalan untuk kontribusi mereka. SocialFi menjadi solusi untuk privasi data, monetisasi konten, dan distribusi nilai yang rata.
Fitur Utama SocialFi
- Imbalan Berbasis Token: Pengguna mendapat token setelah berinteraksi dengan konten, berkontribusi pada ekosistem, atau berpartisipasi di governance.
- Kepemimpinan Terdesentralisasi: Pemegang token bisa berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai masa depan platform.
- Kepemilikan Data: Pengguna memegang kendali penuh atas data pribadi mereka yang disimpan di blockchain.
- Integrasi NFT: Konten bisa dimonetisasi melalui NFT.
- Interoperabilitas: Platform SocialFi kompatibel dengan berbagai jaringan blockchain sehingga lebih aksesibel.
Tips Campaign SocialFi berbasis Insentif
Campaign SocialFi berbeda dengan campaign media sosial yang sering kita jumpai di Web2. Berikut tips membangun campaign SocialFi sebagai strategi marketing Web3 yang berbasis reward sebagai insentif bagi pengguna.
- Gamification: Terapkan sistem poin yang diberikan pada pengguna setiap kali mereka menyelesaikan tantangan atau aktivitas tertentu.
- Mekanisme Referral: Beri imbalan jika pengguna berhasil mengajak orang lain bergabung ke proyek.
- Leaderboard: Menerapkan leaderboard menciptakan rasa kompetitif di komunitas. Dengan begitu, pengguna akan aktif berpartisipasi di proyek setiap hari.
- Level dan Peringkat: Ciptakan sistem level atau peringkat di ekosistem proyek sebagai simbol status di kalangan pengguna. Fitur atau konten eksklusif bisa dikunci di balik level tertentu.
- Badge dan Kartu Koleksi: Buat badge dan kartu digital yang bisa dikoleksi dan dipamerkan pengguna. Badge dan kartu bahkan bisa dijadikan NFT yang bisa di-mint pengguna setelah mencapai status tertentu.
Rekomendasi Influencer Web3
Seiring meningkatnya platform dan aplikasi di Web3, strategi marketing Web3 pun harus makin gencar. Berikut beberapa influencer Web3 yang harus Anda ikuti di 2026.
Vitalik Buterin
Founder Ethereum ini adalah salah satu orang paling berpengaruh di Web3. Ia rutin mendiskusikan masa depan Web3, blockchain, dan crypto melalui akun media sosial X, @VitalinButerin.
Changpeng Zhao
Changpeng Zhao adalah co-founder Binance, salah satu bursa crypto terbesar. Di X, ia dikenal dengan nama akun @CZ_Binance. Zhao membahas potensi jangka panjang Web3 dan sering mendiskusikan perubahan cepat di dunia crypto.
Punk6529
Influencer Web3 anonim dengan spesialisasi NFT, @Punk6529 punya pengikut yang signifikan di komunitas Web3. Ia punya pandangan progresif tentang Web3 dan ingin mendorong pembangunan metaverse yang terbuka dan terdesentralisasi.
Jake Browatzke
Jake Browatzke (@jakebrowatzke) adalah influencer Web3 yang membahas investasi, crypto, dan gaming. Influencer ini cocok bagi siapa saja yang ingin belajar mengenai gaming berbasis blockchain sebagai strategi marketing Web3.
Cryptonauts
Cryptonauts adalah kanal YouTube yang membahas segala hal mengenai Web3, mulai dari Bitcoin, Ethereum, DeFi, sampai GameFi. Kontennya disajikan dalam video-video pendek yang mudah dipahami.
Elena Sinelnikova
Elena Sinelnikova (@ElenaaETH) adalah co-founder CryptoChicks, organisasi non-profit yang mendukung wanita di industri blockchain. Di media sosial, ia aktif berbagi insight mengenai crypto.
Galxe: Membangun Komunitas di Web3
- Pembangunan Komunitas Terdesentralisasi: Pengguna punya hak suara dalam keputusan proyek.
- Insentif untuk Partisipasi: Anggota yang aktif diberi reward.
- Campaign Terpersonalisasi: Buat campaign yang spesifik untuk segmen-segmen berbeda di komunitas.
Zealy: Marketing Web3 dengan Insight dari Data
- Gamification: Pengguna diberi insentif untuk lebih terlibat melalui leaderboard, tantangan interaktif, dan misi harian.
- Campaign Terkustomisasi: Campaign bisa dirancang dengan tujuan, tugas, dan reward yang spesifik dengan tujuan brand.
- Sistem Reward yang Fleksibel: Token, NFT, dan bahkan hadiah fisik untuk menarik perhatian pengguna.
- Analytics Real-Time: Perilaku pengguna dan performa campaign bisa dilacak secara real-time.
DappRadar: Gerbang ke Decentralized Application
- Analytics Penggunaan: Aktivitas pengguna dan volume transaksi bisa dilacak untuk menarik insight.
- Penargetan Pasar: Identifikasi segmen pengguna dengan tingkat keterlibatan tinggi berdasarkan pola perilaku.
- Identifikasi Tren: Pantau tren dApp dan identifikasi perubahan perilaku pengguna secara real-time.
Google Analytics for Web3: Jembatan Web2 dan Web3 Analytics
- Pelacakan Berdasarkan Event: Lacak perilaku pengguna di jangka waktu atau peristiwa tertentu.
- Conversion Funnel: Memetakan perjalanan pengguna untuk optimasi campaign.
- Segmentasi Pasar: Sesuaikan strategi marketing Web3 berdasarkan perilaku pengguna.
Inspect: Insight Pasar Web3
- Insight Pasar Real-Time: Dapatkan data aset crypto, NFT, dan proyek DeFi terbaru.
- Menyederhanakan Keterlibatan Komunitas: Identifikasi influencer berpengaruh dan komunitas NFT di media sosial.
- Partisipasi Web3 Aktif: Berpartisipasi di governance, dapatkan inentif, dan dukung ekosistem untuk mendorong pertumbuhan Web3.
- Melacak Pertumbuhan Web3: Pantau komunitas NFT, influencer, dan kesempatan baru di Web3.
Kesimpulan
Di era Web3, pemilik bisnis DeFi atau crypto perlu memahami strategi marketing Web3 yang tepat. Strategi marketing Web3 yang efektif selalu berpusat pada rasa percaya dan partisipasi pengguna. Gunakan token dan NFT sebagai insentif jangka panjang, bukan cuma umpan dengan iming-iming “cepat kaya.”
Sebelum membangun strategi marketing Web3, pastikan Anda sudah memahami ekosistem Web3. Pelajari apa itu Web3 di artikel Mengenal Ekosistem Web3 dan Komponennya.