Struktur & Cara Kerja DAO
Struktur DAO terdiri dari beberapa komponen utama.
Smart Contract
DAO butuh smart contract untuk bisa berfungsi. Smart contract adalah program yang disimpan di blockchain. Smart contract bisa dianggap balok-balok pembangun blockchain yang memungkinkan otomatisasi transaksi tanpa perantaran.
Smart contract berisi syarat-syarat kesepakatan. Jika syarat-syarat ini terpenuhi, keputusan akan langsung dieksekusi secara otomatis.
Dalam konteks DAO, smart contract memungkinkan anggota berpartisipasi dalam pembuatan keputusan. Misalnya, para anggota mengadakan voting untuk suatu keputusan. Smart contract akan menghitung jumlah suara dan mengeksekusi keputusan jika jumlah suara sudah terpenuhi.
Tokenomics
Token adalah alat pertukaran dalam DAO, sekaligus merepresentasikan hak suara dalam organisasi. Token dalam DAO punya beberapa tujuan.
- Bentuk investasi: Token memberi anggota hak untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan ekosistem DAO.
- Alat pertukaran: Anggota memakai token untuk jual beli barang dan jasa serta mendanai proyek DAO.
- Insentif: Token mendorong anggota untuk aktif berpartisipasi dalam ekosistem.
Mekanisme Tata Kelola DAO
DAO dikelola oleh mekanisme otomatis yang berisi aturan dan prosedur pengambilan keputusan. Ada beberapa mekanisme tata kelola yang sering digunakan di DAO:
- Voting: Mekanisme yang paling umum digunakan. Anggota melakukan voting atas berbagai aspek dalam proposal proyek DAO.
- Kuorum: Jumlah minimum suara yang diperlukan agar proposal disetujui.
- Delegasi voting: Pemegang token memberi hal suaranya ke pihak yang dipercaya. Pihak itu yang memberi suara atas nama pemegang token.
- Sistem reputasi: Anggota mendapat poin reputasi dengan berkontribusi ke DAO, misalnya dengan menulis kode atau menyediakan likuiditas. Poin reputasi bisa memengaruhi pengambilan keputusan.
Keanggotaan DAO
Keanggotaan di DAO direpresentasikan oleh alamat dompet kripto. Seseorang bisa menjadi anggota jika memegang token governance proyek DAO tersebut. Para anggota terlibat langsung dalam ekosistem DAO melalui voting berbagai keputusan dan arah perkembangan proyek.
Contoh DAO Populer
Uniswap
Salah satu proyek DAO terbesar dan paling populer sampai sekarang. Uniswap beroperasi sebagai bursa kripto di blockchain Ethereum. Siapa saja bisa jadi member selama punya UNI token.
Decentraland
Dunia virtual yang dipimpin oleh sebuah DAO. Keputusan pemerintahan dan administratif di Decentraland diambil oleh para pemegang token MANA dengan sistem demokratis.
American CryptoFed DAO
Ini adalah DAO pertama yang diakui sebagai entitas legal di Amerika Serikat. American CryptoFed DAO memposisikan diri sebagai versi kripto dari US Federal Reserve. Tujuannya adalah menciptakan trading bebas biaya menggunakan tokennya sendiri, Ducat.
BitDAO
BitDAO adalah dana investasi terdesentralisasi yang didukung oleh founder Paypal, Peter Thiel. DAO ini dirancang agar siapa saja bisa membeli saham di startup DeFi.
UkraineDAO
DAO juga bisa digunakan untuk aksi sosial. UkraineDAO adalah proyek penggalangan dana yang menyalurkan donasi ke korban perang di Ukraina. Salah satu kesuksesan terbesar proyek ini adalah menjual NFT bendera Ukraina dengan nilai 2.258 ETH atau setara $6,4 juta saat ini.
Keuntungan Berpartisipasi di DAO
Mengapa DAO sangat populer di ekosistem Web3? Ini beragam keuntungannya.
Organisasi Terdesentralisasi
Keputusan penting yang memengaruhi masa depan proyek ditentukan oleh seluruh anggota, bukan cuma sekumpulan pemangku keputusan sentral.
Mendukung Partisipasi Langsung
Anggota-anggota dalam DAO merasa lebih terlibat dan dihargai karena bisa langsung berpartisipasi dalam keputusan yang memengaruhi proyek. Walau voting power satu orang terasa kecil, DAO mendorong pemegang token untuk menggunakan aset mereka sebaik-baiknya demi kepentingan organisasi.
Voting Transparan
Dalam sebuah DAO, vote disalurkan lewat blockchain. Setiap suara pun bisa dilihat oleh publik. Jadi, tiap anggota diharapkan membuat keputusan yang menguntungkan organisasi. Ini berbeda dengan organisasi tradisional, di mana seorang pemangku keputusan bisa diam-diam membuat keputusan yang hanya mementingkan diri sendiri.
Mendukung Komunitas
Konsep DAO memungkinkan semua orang dari seluruh penjuru dunia untuk merasa terhubung oleh visi yang sama.
Tantangan DAO
Ada banyak keuntungan membangun organisasi dengan sistem DAO. Namun, DAO masih menghadapi berbagai tantangan.
Voting Makan Waktu
Di perusahaan tradisional, keputusan bisa dibuat dengan cepat jika langsung diumumkan oleh CEO. Berbeda dengan DAO, di mana semua anggota bisa menyalurkan suara dan pendapat. Proses pengambilan keputusan jadi lebih lama, apalagi mengingat para anggota tinggal di zona waktu yang berbeda-beda.
Anggota Harus Diedukasi
Para pemegang token dalam DAO punya latar belakang pendidikan yang beragam. Selain itu, mereka mungkin punya tingkat pemahaman tentang ekosistem DAO yang berbeda-beda.
DAO memang mempersatukan banyak orang dengan visi yang sama. Namun, kadang sulit bagi semua orang untuk berkomunikasi dan membangun strategi bersama.
Tidak Selalu Efisien
Anggota DAO harus diedukasi agar punya pemahaman yang sama mengenai suatu proposal. Selain itu, suatu proyek DAO juga harus menunggu anggota melakukan voting agar mencapai jumlah suara yang cukup. Ada kemungkinan proses pengambilan keputusan membutuhkan waktu lebih lama dari proses implementasinya.
Risiko Keamanan
DAO harus dijalankan menggunakan teknologi canggih. Bahkan dengan cold wallet, DAO masih bisa dieksploitasi. Ditambah lagi, belum banyak peraturan pemerintah yang mengawasi dan melindungi DAO.
The DAO adalah contoh nyata ketika kelemahan DAO dieksploitasi. The DAO adalah organisasi di blockchain Ethereum yang dirancang untuk menggalang dana modal usaha. The DAO diluncurkan pada April 2016 setelah penjualan token yang berhasil mengumpulkan dana $150 juta.
Namun, pada Juni 2016, The DAO diserang hacker yang mengeksploitasi celah dalam sistem dan membawa lari 3.6 juta ETH atau sekitar $50 juta pada waktu itu.
FAQ
Bagaimana struktur keanggotaan DAO?
DAO berbeda dengan organisasi tradisional yang mempunyai CEO, manajer, dan staf. Di DAO, tidak ada pemimpin pusat. Setiap anggota melakukan pemungutan suara untuk mengambil keputusan. Lalu, keputusan tersebut dijalankan secara otomatis oleh smart contract.
Apa perbedaan DAO dengan organisasi tradisional?
| Aspek | DAO | Organisasi tradisional |
| Hierarki | Tidak ada | Ada C-level, direktur, manajer |
| Pengambilan keputusan | Berdasarkan voting tiap anggota | Bisa dilakukan secara sepihak oleh pemangku kepentingan |
| Eksekusi keputusan | Otomatis oleh smart contract | Keputusan dijalankan secara manual |
| Sifat organisasi | Terdesentralisasi | Tersentralisasi |
| Transparansi | Sangat transparan, semua suara bisa dilihat publik | Tidak semua aktivitas dan keputusan diperlihatkan ke publik |
Apa DAO 100% demokratis?
Tidak selalu. Pemungutan suara di DAO dilakukan berdasarkan token governance. Namun, hal ini bisa dimanipulasi oleh individu atau kelompok yang mengumpulkan token demi mendapat voting power besar, kemudian memberi suara ke keputusan yang menguntungkan satu pihak.
DAO juga bisa jadi target Sybil Attack. Ketahui penjelasan lebih lengkapnya di artikel Apa Itu Sybil Attack: Ancaman Tersembunyi di Dunia Blockchain dan Web3.
Bagaimana proses peluncuran suatu DAO?
Secara sederhana, proses peluncuran DAO adalah sebagai berikut.
- Membangun komunitas: Meluncurkan dan mendistribusikan token untuk membangun komunitas yang menjadi cikal bakal DAO.
- Membentuk kas DAO (DAO Treasury): Nantinya, kas ini bisa digunakan sebagai insentif bagi kontributor dan validator DAO, reward staking, atau keperluan lain.
- Menetapkan DAO: Melalui implementasi governance dan manajemen kas DAO yang terdesentralisasi. Anggota komunitas mendapat status sebagai anggota DAO.
Apakah DAO legal?
Di Indonesia, DAO belum diregulasi secara resmi. Namun, DAO tetap bisa beroperasi sebagai organisasi berbasis blockchain.
Kesimpulan
DAO adalah entitas tanpa pemimpin yang menggunakan blockchain dan token untuk mendemokratisasi kepemimpinan. Para anggota DAO punya kendali penuh atas arah pengembangan proyek DAO. Ini adalah inovasi penting dalam membangun ekosistem Web3 yang transparan dan aman, sekaligus mengurangi kekuatan yang dipegang perusahaan-perusahaan raksasa yang tersentralisasi.
Apa itu Web3? Kenali jenis internet ini di artikel Apa Itu Web3 Crypto: Masa Depan Internet dan Ekonomi Digital Terdesentralisasi. Ikuti terus blog DRX Token untuk memperdalam pengetahuan soal ekosistem Web3 dan blockchain!