Baca Juga: Apa Itu Bear Market: Arti, Ciri, dan Strategi Menghadapinya di Dunia Kripto
Indikator Teknikal Crypto Bull Market
Bagaimana cara mengetahui tanda-tanda crypto bull market? Ada beberapa indikator analisis teknikal yang bisa dipakai untuk memprediksi crypto bull market.
Simple Moving Average (SMA)
Simple Moving Average menggambarkan harga rata-rata selama periode spesifik.
- Jika garis SMA menanjak, tren sedang naik.
- Jika garis SMA menurun, tren sedang turun.
Lebih dari satu garis SMA bisa digunakan untuk menemukan sinyal trading.
Jika garis SMA yang lebih sensitif (bergerak lebih cepat) melintas dari bawah ke atas garis SMA yang kurang sensitif (bergerak lebih lambat), ini menandakan sinyal bullish.
Jika garis SMA yang lebih sensitif melintas dari atas ke bawah garis SMA yang kurang sensitif, ini menandakan sinyal bearish.
Baca Juga: Apa Itu Moving Average: Cara Kerja, Jenis, dan Strategi Menggunakannya di Dunia Crypto
Moving Average Convergence/Divergence (MACD)
MACD adalah indikator teknikal yang menganalisis momentum sebuah tren.
Tren dianggap bullish jika garis MACD:
- Melintas ke atas garis 0
- Melintas dari bawah ke atas garis sinyal
Sebaliknya, tren dianggap bearish jika garis MACD:
- Melintas ke bawah garis 0
- Melintas dari atas ke bawah garis sinyal
Relative Strength Index (RSI)
RSI mengukur kecepatan pergerakan harga. Indeks ini bergerak dari 0 ke 100.
- Di bull market, RSI berada di rentang 40-90, dan zona support berada di 40-50.
- Di bear market, RSI berada di rentang 10-60, dan zona resistance berada di 50-60.
Baca Juga: Teknikal Analisis Crypto: Panduan Lengkap Membaca Pergerakan Pasar Digital
Faktor Makro yang Memengaruhi Crypto Bull Market
Crypto bull market dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi secara bersamaan. Terkadang faktor tersebut berasal dari industri blockchain, misalnya teknologi baru atau aktivitas DeFi yang meningkat. Namun, bisa pula berasal dari perubahan ekonomi secara makro.
Secara umum, berikut beberapa faktor makro yang menandakan potensi terjadinya crypto bull market.
Bitcoin Halving
Tiap empat tahun, Bitcoin mengalami halving, di mana imbalan untuk mining Bitcoin baru dipotong setengah. Sistem halving ini mengurangi jumlah Bitcoin baru dan menciptakan kelangkaan.
Secara historis, Bitcoin halving selalu mendorong Bitcoin memasuki bull market. Bitcoin halving terakhir terjadi pada 2024, sehingga halving selanjutnya akan berlangsung di 2028.
Ekspansi Likuiditas
Crypto bull market umumnya terjadi ketika lebih banyak uang bersikulasi di sistem keuangan global. Ini biasanya terjadi saat bank sentral menurunkan suku bunga. Orang-orang jadi lebih tertarik meminjam, sehingga mereka pun lebih tertarik berinvestasi.
Arus Uang Institusional
Crypto bull market bisa terjadi jika investor besar dari perusahaan atau institusi memindahkan modal dalam jumlah besar. Jika perusahaan ternama ikut berinvestasi pada crypto, rasa aman dan kepercayaan dari masyarakat meningkat.
Ancaman Inflasi
Inflasi yang memengaruhi nilai mata uang fiat membuat masyarakat beralih ke investasi jangka panjang seperti emas dan Bitcoin.
Inovasi Teknologi
Inovasi baru di industri blockchain bisa memicu bull market besar. Contohnya, saat NFT membludak di tahun 2020, ketertarikan investor meningkat. Banyak pula orang yang mengenal blockchain dan memasuki pasar crypto untuk pertama kalinya.
Sektor yang Harus Diperhatikan di Crypto Bull Market
Dengan ribuan proyek crypto yang ada di pasar, investor dan trader pemula sering bimbang memilih fokus investasi di fase crypto bull market. Dampaknya, banyak orang yang termakan FOMO (Fear of Missing Out) dan menyia-nyiakan kesempatan investasi.
Untuk memaksimalkan keuntungan di crypto bull market, jangan hanya berfokus pada Bitcoin, tetapi perhatikan juga aset-aset lain. Aset-aset ini bisa dikategorikan jadi tiga sektor berdasarkan kesamaan karakteristik dan fiturnya. Berikut tiga sektor crypto versi XBTO yang perlu diperhatikan selama bull market.
Sektor Primer
Sektor ini berisi aset yang dirancang untuk mempertahankan daya belinya seiring berjalannya waktu. Bitcoin menguasai 99,1% dari sektor primer. Namun, tokenisasi aset emas seperti Tether Gold dan PAX Gold juga perlu diperhatikan. Aset-aset ini cocok untuk mempertahankan kekayaan dan memberi perlindungan terhadap inflasi, sehingga penting untuk diiperhatikan saat crypto bull market.
Sektor Inti
Sektor inti terdiri atas teknologi fundamental yang mendorong utlitas dan adopsi blockchain, termasuk stablecoin dan utility token. Salah satu contoh utility token yang sedang naik daun adalah Ripple (XRP), dengan kapitalisasi pasar yang naik 426,7% dari 2024 ke 2025.
Ripple banyak digunakan untuk pembayaran lintas negara dan penggunaan institusional. Jika ingin berinvestasi di utility token, sektor inti patut jadi perhatian selama crypto bull market.
Sektor Perbatasan
Sektor frontier atau perbatasan meliputi memecoin, AI dan big data, serta GameFi dan metaverse. Sederhananya, sektor ini terdiri atas komponen-komponen yang penuh inovasi dan tren spekulatif.
Di fase crypto bull market sebelumnya, banyak meme coin baru bermunculan. Popularitasnya bahkan mengalahkan mania NFT. Meme coin menarik perhatian karena berakar dari budaya internet Gen Z. Contoh paling terkenalnya adalah Dogecoin (DOGE) yang menguasai 85.3% pasar meme coin.
Analis masih belum bisa memperkirakan apakah meme coin akan mampu bertahan lama. Namun, relevansi dan pengaruhnya terhadap pasar tidak bisa diabaikan.
Risiko yang Harus Diperhatikan di Crypto Bull Market
Fase crypto bull market penuh dengan rasa semangat dan optimisme. Namun, ada beberapa risiko yang harus diperhatikan agar investor tidak salah langkah.
Fear of Missing Out (FOMO)
Perasaan FOMO adalah salah satu risiko terbesar yang bisa mengancam potensi profit di crypto bull market. FOMO bisa mendorong investor pemula maupun berpengalaman untuk membeli suatu aset yang sedang hype setelah melihat investor lain meraup keuntungan besar.
Jangan sampai Anda mengejar tren tanpa melakukan riset terlebih dahulu. Selalu pelajari latar belakang proyek, tim pengembangnya, dan teknologi yang digunakan. Daripada mengikuti apa kata orang, sebaiknya andalkan riset dan pertimbangan Anda sendiri.
Keserakahan Berlebihan
Jika sering berkecimpung di dunia investasi, Anda mungkin pernah mendengar saran “buy low, sell high.” Beli saat harga turun, dan jual saat harga naik. Namun, kapan sebaiknya kita menjual aset jika harga terus naik?
Wajar jika kita merasa ingin menahan aset sampai harga mencapai titik puncak. Namun nyatanya, tidak ada yang bisa memprediksi titik puncak sebuah fase crypto bull market.
Daripada menahan aset terus-menerus untuk menunggu harga tertinggi yang tidak pernah datang, sebaiknya ambil profit secara rutin. Tetapkan tujuan investasi, seperti persentase keuntungan atau target harga untuk tiap aset yang Anda miliki.
Keamanan
Di fase crypto bull market, semua orang ingin untung, termasuk hacker. Agar aset pribadi tidak rentan diserang, amankan wallet dengan password yang kuat dan aktifkan two-factor authentication. Ada baiknya menggunakan cold wallet untuk menyimpan crypto secara offline.
Volatilitas
Crypto bull market bukan berarti harga naik secara konsisten. Pasar crypto selalu fluktuatif, sehingga terkadang harga tetap bisa turun atau berbalik arah. Jangan panik, ini bisa jadi kesempatan membeli dengan harga “diskon” untuk mengembangkan portofolio.
Kesimpulan dan Prediksi Crypto Bull Market 2026
Crypto bull market adalah situasi di mana harga-harga aset crypto naik setidaknya 20% dan disertai aktivitas pembelian yang meningkat serta rasa optimisme dan semangat.
Setelah performa crypto yang notabene mengecewakan di 2025, apakah 2026 mampu menghadirkan crypto bull market? Beberapa analis memperkirakan 2026 akan menjadi tahun breakout bagi crypto.
Ini didorong oleh kebijakan Gedung Putih yang semakin ramah crypto, adopsi institusional yang meningkat, serta pertumbuhan spot ETF yang pesat. Selain itu, halving Bitcoin pada 2024 lalu umumnya memicu fase crypto bull market 12-18 bulan setelahnya. Bitcoin Suisse bahkan memprediksi BTC akan mencapai nilai all-time high baru dan mendekati nilai jual $180.000.
Investor dan analis memasuki tahun 2026 dengan optimis, tetapi investor harus tetap melakukan riset sendiri sebelum membeli aset. Selalu ingat bahwa crypto bull market masih dipenuhi volatilitas, sehingga analisis crypto yang terperinci tetap wajib dilakukan. Pelajari cara menganalisis crypto sebelum berinvestasi di artikel Cara Analisis Crypto untuk Pemula: Fundamental vs Teknikal.