- Privasi Lebih Tinggi: Jaringan private blockchain terbatas pada orang-orang tertentu. Ini memberi keuntungan bagi organisasi yang menangani informasi sensitif.
- Scalable: Jumlah pengguna di private blockchain lebih sedikit, sehingga transaksi yang diproses lebih banyak. Oleh karena itu, private blockchain bisa di-scale dengan lebih efisien.
- Governance Lebih Gampang Dikendalikan: Perusahaan yang menggunakan private blockchain punya kendali lebih besar atas governance, kegiatan operasional, dan manajemen data pada jaringan.
- Efisien: Private blockchain menyederhanakan alur kerja dan mengurangi biaya operasional dengan otomatisasi smart contract.
Di sisi lain, private blockchain punya beberapa kekurangan:
- Sentralisasi: Private blockchain lebih tersentralisasi dibandingkan public blockchain, sebab akses dan validasi dikendalikan oleh orang-orang tertentu.
- Interoperabilitas: Interoperabilitas antara private blockchain dan sistem eksternal atau blockchain lain lebih sulit.
- Risiko Keamanan: Masih rentan terhadap ancaman atau serangan dari dalam atau pertengkaran antara partisipan.
- Lebih Kompleks: Meluncurkan dan menjalankan private blockchain butuh investasi lebih besar.
Public Blockchain
Public blockchain adalah ledger atau buku besar digital yang transparan, aman, dan terdesentralisasi. Blockchain terkenal seperti Bitcoin dan Ethereum adalah contoh public blockchain.
Kelebihan public blockchain mencakup:
- Aksesibel: Semua orang dengan koneksi internet bisa menggunakan public blockchain untuk membuat dApp (Decentralized Application), membaca data transaksi, dan berpartisipasi memvalidasi transaksi.
- Aman: Public blockchain menggunakan algoritma kriptografi canggih untuk mengamankan dan memverifikasi transaksi, sehingga lebih kebal terhadap serangan dan mencegah manipulasi data.
- Inovatif: Public blockchain mendukung pembuatan aplikasi dan layanan baru di berbagai industri, mulai dari identitas digital sampai manajemen supply chain.
- Transparan: Semua orang bisa melihat dan memverifikasi transaksi yang terjadi di jaringan.
Sementara itu, kekurangan public blockchain mencakup:
- Skalabilitas: Jumlah pengguna dan transaksi yang bertambah dengan pesat membuat public blockchain mengalami masalah skalabilitas.
- Governance: Public blockchain umumnya menggunakan model governance terdesentralisasi, di maan semua keputusan dijalankan berdasarkan hasil voting. Ini bisa mengarah ke perdebatan dan forking.
- Kebutuhan Energi: Public blockchain dengan konsensus Proof-of-Work memakan energi komputasi yang cukup besar.
- Kekhawatiran akan Privasi: Semua transaksi dalam jaringan bisa dilihat oleh siapa saja. Walau alamat wallet bersifat pseudonim, transaksi tetap bisa dilacak untuk mengetahui siapa yang terlibat.
Baca Juga: Masalah Skalabilitas Blockchain: Penyebab & Solusi yang Digunakan di Industri
Private Blockchain vs Public Blockchain
Secara sederhana, perbedaan private blockchain vs public blockchain dijelaskan di tabel berikut.
| Aspek | Private Blockchain | Public Blockchain |
| Aksesibilitas | Hanya orang-orang tertentu | Terbuka untuk siapa saja |
| Kendali | Tersentralisasi, dikendalikan entitas atau organisasi pusat | Terdesentralisasi, tanpa kendali pusat |
| Transparansi | Data hanya bisa dilihat oleh pengguna tertentu | Data bisa dilihat siapa saja |
| Anonimitas | Identitas pengguna diketahui | Identitas pengguna anonim |
| Akses ke Data | Akses ke transaksi terbatas | Semua transaksi bisa terlihat |
| Keamanan | Dilindungi oleh kriptografi | Dilindungi oleh model desentralisasi dan kriptografi |
Struktur dan Keamanan Private Blockchain vs Public Blockchain
Bagaimana perbedaaan private blockchain vs public blockchain dari segi keamanan dan struktur? Mari kita bahas elemen-elemen yang membentuk struktur dan keamanan suatu jaringan.
Aksesibilitas dan Partisipasi
- Public Blockchain: Jaringan yang bersifat publik dan terbuka bagi siapa saja. Asal punya koneksi internet, siapa saja bisa memverifikasi transaksi atau mining.
- Private Blockchain: Jaringan tertutup yang hanya bisa diakses orang-orang dengan izin. Akses ke node dikendalikan oleh otoritas pusat.
Transparansi dan Privasi
- Public Blockchain: Semua transaksi bersifat publik dan tidak bisa dimanipulasi, sehingga membangun rasa percaya. Identitas pengguna bersifat pseudonim dan disamarkan dengan alamat kriptografi.
- Private Blockchain: Transaksi hanya bisa dilihat oleh partisipan yang punya izin. Cocok untuk industri yang mengelola data sensitif.
Mekanisme Konsensus
- Public Blockchain: Umumnya, mekanisme konsensus yang digunakan adalah Proof-of-Work atau Proof-of-Stake. PoW menggunakan mining untuk verifikasi transaksi, sementara PoS butuh staking aset digital.
- Private Blockchain: Mekanisme konsensus lebih fleksibel, seperti Proof-of-Authority (PoA) yang menyerahkan otoritas ke orang-orang tertentu, atau Delegated Proof-of-Stake (DPoS), yang mirip dengan PoS tetapi terbatas ke orang-orang yang sudah didelegasikan.
Model Keamanan
- Public Blockchain: Menggunakan kriptografi, mekanisme konsensus, dan model trustless untuk menjaga keamanan.
- Private Blockchain: Mengorbankan sebagian aspek desentralisasi untuk meningkatkan keamanan di ekosistem yang lebih terpercaya. Akses terbatas ke sekelompok orang saja, sehingga lebih sulit diinfiltrasi atau mendapat serangan Sybil.
Skalabilitas
- Public Blockchain: Menghadapi masalah skalabilitas karena jumlah transaksi dan pengguna yang terus bertambah. Selain itu, mekanisme konsensus pada public blockchain mewajibkan semua transaksi diverifikasi, sehingga kecepatan pemrosesan terdampak.
- Private Blockchain: Node lebih sedikit, sehingga konsensus lebih cepat dan throughput transaksi lebih tinggi.
Contoh Penggunaan Private Blockchain vs Public Blockchain
Selain struktur dan keamanan, perbedaan private blockchain vs public blockchain juga terletak di penerapannya di berbagai sektor.
Contoh Penggunaan Private Blockchain
Private blockchain umum digunakan di sektor yang menangani data-data sensitif, seperti:
- Manajemen Supply Chain: Data produk dan bahan mulai dari pemasokan sampai distribusi bisa dipantau oleh pihak-pihak berkepentingan.
- Layanan Keuangan: Bank dan institusi keuangan menggunakan private blockchain untuk memproses transaksi dengan lebih cepat dan aman.
- Sistem Voting: Private blockchain meningkatkan keamanan dan transparansi proses voting. Hanya voter yang punya izin yang bisa berpartisipasi, tetapi kerahasiaan suara tetap terjaga.
Contoh Penggunaan Public Blockchain
Public blockchain sering digunakan untuk cryptocurrency, tetapi banyak yang tidak tahu penggunaan public blockchain di berbagai sektor lain. Berikut contoh penggunaan public blockchain di berbagai sektor.
- Kesehatan: Dengan public blockchain, data medis yang sensitif bisa disimpan dengan aman. Penyedia layanan kesehatan bisa mengakses data sambil tetap mempertahankan privasi pasien. Pasien pun bisa melihat siapa saja yang pernah mengakss data mereka.
- Pemerintahan: Data warga negara seperti paspor, SIM, dan kartu identitas bisa disimpan dan diverifikasi secara aman. Tiap orang punya kendali penuh atas siapa saja yang boleh mengakses data mereka.
- Manajemen Identitas: Public blockchain bisa digunakan untuk memverifikasi identitas digital dan meningkatkan privasi data pengguna.
Private Blockchain vs Public Blockchain: Mana yang Cocok untuk Bisnis?
Keputusan memilih private blockchain vs public blockchain tergantung pada kebutuhan bisnis Anda, terutama di segi keamanan, skalabilitas, dan biaya.
- Public Blockchain: Cocok untuk aplikasi yang butuh desentralisasi dan transparansi. Biaya awal lebih rendah, tetapi biaya transaksi lebih tinggi karena kemacetan di jaringan.
- Private Blockchain: Cocok untuk organisasi yang butuh kendali atas data, skalabilitas, privasi data, dan pemrosesan transaksi lebih cepat. Biaya awal dan maintenance lebih tinggi, tetapi punya skalabilitas dan kendali yang lebih baik, sehingga lebih cocok untuk aplikasi di level enterprise dengan volume data tinggi.
Sebagai alternatif private blockchain vs public blockchain, Anda bisa mempertimbangkan menggunakan hybrid blockchain. Hybrid blockchain menggabungkan fleksibilitas public blockchain dan kendali data private blockchain. Sebagian data bisa diakses secara publik, tetapi informasi sensitif terbatas untuk orang-orang dengan izin.
Kesimpulan
Blockchain terbagi menjadi dua, yaitu public dan private blockchain. Masing-masing punya kegunaan, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing, sehingga antara private blockchain vs public blockchain, tidak ada pemenang mutlak. Pilihlah jenis blockchain yang sesuai kebutuhan Anda.
Sudahkah Anda mengetahui sektor-sektor yang telah menerapkan blockchain? Cari tahu penggunaan blockchain di berbagai industri di artikel 5 Aplikasi Nyata Blockchain di Dunia Bisnis dan Pemerintahan.