Apa Itu RPC Node? Fungsi, Cara Kerja, dan Kenapa Penting di Web3

Published Date:January 19, 2026Read Time:6 menit
profile picture

DRX Admin

Apa Itu RPC Node? Fungsi, Cara Kerja, dan Kenapa Penting di Web3

Dalam penggunaannya, sebuah dApp (Decentralized Application) menerima data dari blockchain untuk memenuhi permintaan pengguna, seperti mengirim transaksi, mengakses data blok, atau mengevaluasi status blockchain.

Bagamana cara sebuah dApp terhubung dengan blockchain? Proses ini menggunakan Remote Procedure Call (RPC) node agar aplikasi bisa berinteraksi dengan blockchain.

Artikel ini akan membahas apa itu RPC node. Simak penjelasan mengenai RPC node untuk memahami bagaimana cara kerja RPC node!

Ringkasan Singkat:

  1. RPC (Remote Procedure Call) node adalah node blockchain yang memungkinkan dApp atau wallet berinteraksi dengan blockchain.
  2. Hampir semua aktivitas di blockchain (mengecek saldo wallet, mengirim transaksi, mengecek data smart contract difasilitasi, dan lain-lain) difasilitasi oleh RPC node.
  3. RPC node dikategorikan jadi RPC dengan endpoint publik dan privat.

Definisi RPC Node

Apa itu RPC?

Sebelum membahas apa itu RPC node, kita harus memahami pengertian RPC itu sendiri. RPC atau Remote Procedure Call adalah metode ilmu komputer yang memungkinkan sebuah program meminta layanan atau data dari program lain, bahkan jika program tersebut beroperasi di jaringan atau mesin lain.

Prinsip dasar RPC cukup sederhana. Seorang developer tidak perlu mengurus perbedaan jaringan yang rumit. Ia cukup memberi perintah, lalu mekanisme RPC mengirim perintah tersebut secara lintas jaringan dan membawa kembali hasilnya.

RPC bisa diibaratkan dengan memesan makanan di restoran. Pelanggan tidak pergi ke dapur dan memasak makanan sendiri. Pelanggan cukup memberi tahu pesanan ke pelayan, lalu pelayan menyampaikan pesanan ke dapur. Setelah makanan siap, pelayan akan menyajikannya ke meja pelanggan.

Dalam analogi ini, pelanggan adalah pihak aplikasi yang memberi perintah, pelayan berperan seperti mekanisme RPC, dan dapur adalah sistem atau server tempat permintaan dilaksanakan.

Apa itu RPC Node?

RPC node adalah node blockchain yang menyediakan interface bagi dApp untuk berinteraksi dengan jaringan. Node ini menerima permintaan dari dApp atau wallet, menyampaikannya ke blockchain, lalu mengirim kembali hasilnya.

Dalam konteks blockchain, RPC node berperan seperti penerjemah dan pengantar pesan.Permintaan manusia diterjemahkan jadi perintah yang dipahami jaringan, lalu mengembalikan hasilnya dalam format yang ramah bagi developer.

Tanpa RPC node, developer dan pengguna wallet atau dApp hampir tidak bisa berinteraksi dengan blockchain seperti Ethereum, Solana, dan lain-lain. Inilah mengapa RPC node sering disebut “layer API” bagi blockchain.

Cara Kerja RPC Node

Setelah mengetahui apa itu RPC node, saatnya memahami teknologi di balik permintaan RPC di blockchain.

JSON-RPC

Spesifikasi RPC standar yang digunakan di blockchain disebut JSON-RPC. Spesifikasi ini banyak digunakan karena mampu menerima dan memproses permintaan data dengan cepat.

Jika RPC endpoint adalah server, maka JSON-RPC adalah metode spesifik dalam meminta layanan dari RPC endpoint. Metode-metode ini terbagi menjadi tiga kategori.

  1. Gossip Method: Melacak kepala blockchain dan dipakai untuk mencari blok.
  2. State Method: Melaporkan status terkini dari semua data blockchain.
  3. History Method: Menyediakan riwayat historis dari blok manapun dalam sebuah chain.

Proses Kerja RPC Node

Kita sudah memahami apa itu RPC node, tetapi bagaimana cara kerjanya? Secara sederhana, RPC node bekerja sebagai jaringan tengah antara sebuah dApp dan blockchain. Begini prosesnya secara rinci:

  1. Aplikasi Mengirim Permintaan: dApp, wallet, atau layanan mengirim permintaan ke RPC node.
  2. RPC Node Menginterpretasi Permintaan
  3. Jika permintaan read: Node membaca status blockchain lokal.
  4. Jika permintaan write: Node menyebarkan transaksi ke jaringan blockchain.
  5. Blockchain Memproses Permintaan:
  6. Untuk permintaan read: Node sudah memegang data karena tersinkronisasi dengan blockchain.
  7. Untuk permintaan write: Transaksi divalidasi, disebarkan, dan dimasukkan ke blok.
  8. Hasil Dikirim ke Aplkasi: RPC node memformat hasil sebagai respon JSON-RPC dan mengirimnya ke dApp.

Proses ini berlangsung secara konstan setiap kali Anda melakukan aktivitas yang membutuhkan interaksi langsung dengan blockchain, misalnya mengecek jumlah token di wallet, minting NFT, atau berinteraksi dengan protokol DeFi.

Baca Juga: Decentralized Finance (DeFi): Pengertian & Cara Kerja

Peran RPC Node dalam Blockchain

Walau pengguna dApp awam masih banyak yang belum memahami apa itu RPC node, nyatanya, teknologi ini berperan penting dalam operasional dApp. RPC node mentenagai hampir semua interaksi di blockchan. Berikut beberapa peran RPC node di wallet, dApp, dan layanan blockchain lainnya.

Mengecek Saldo Wallet

Saat Anda membuka aplikasi wallet seperti MetaMask atau Phantom, wallet mengirim permintaan RPC untuk mengakses saldo token Anda.

Mengirim Transaksi

Ketika pengguna menyetujui transaksi, wallet menyebarkan transaksi tersebut melalui RPC node. RPC node kemudian mengirimkannya ke jaringan blockchain untuk divalidasi dan dimasukkan ke blok.

Membaca Data Smart Contract

dApp menggunakan RPC node untuk mengakses informasi yang tersimpan di smart contract. Misalnya, aplikasi DeFi mengecek token yang tersimpan di liquidity pool, atau marketplace NFT menggunakan RPC node untuk memverifikasi kepemilikan token.

NFT dan Gaming

Platform NFT bergantung pada RPC node untuk memverifikasi kepemilikan token, mengakses metadata, dan memproses minting baru. Game blockchain juga menggunakan RPC node untuk memperbarui status dalam game yang menggunakan data on-chain.

Operasional DeFi

Protokol seperti Uniswap, Aave, atau Compound selalu meminta data on-chain seperti harga token dan saldo lending pool melalui permintaan RPC. Tanpa mengandalkan RPC, platform-platform ini tidak bisa berfungsi secara real-time.

Analisis dan Pemantauan

Blockchain explorer, pelacak portofolio, dan tools analisis on-chain mendapat data dalam jumlah besar melalui RPC node. RPC node mengumpulkan riwayat transaksi, detail blok, dan aktivitas smart contract agar bisa dibaca manusia.

Jenis-jenis RPC Node

Jenis-jenis RPC node bisa dikategorikan berdasarkan sifat endpoint yang dimiliki.

RPC Endpoint Publik

RPC endpoint publik adalah node terbuka yang aksesibel bagi siapa saja secara gratis. Developer bisa terhubung ke blockchain tanpa mengganggu infrastruktur aplikasi. RPC endpoint publik digunakan untuk:

  1. Testing dApp
  2. Wallet yang butuh akses terdesentralisasi
  3. Block explorer yang menyediakan insight edukatif atau eksperimental

RPC Endpoint Privat

RPC endpoint privat adalah node dengan akses terbatas ke pengguna tertentu. Oleh karena itu, RPC endpoint private memiliki throughput lebih tinggi dari endpoint publik. Kegunaannya adalah untuk:

  1. dApp dengan traffic sedang yang butuh performa stabil
  2. Wallet dengan ratusan pengguna
  3. Block explorer yang menunjukkan data real-time

Node Blockchain Khusus

Selain RPC node dengan endpoint publik dan privat, ada juga node blockchain khusus yang hanya melayani satu aplikasi saja. Latensinya lebih rendah, throughput lebih tinggi, dan performa jauh lebih cepat. Node blockchain khusus dipakai untuk:

  1. dApp performa tinggi yang sensitif terhadap perubahan waktu, seperti trading dan protokol DeFi
  2. Wallet dengan volume transaksi tinggi
  3. Block explorer yang menyediakan analisis real-time untuk banyak blockchain sekaligus
  4. Trader yang butuh transaksi on-chain cepat

Contoh Provider RPC Node

GetBlock: Cocok untuk Aplikasi Latensi Rendah

  1. Mendukung lebih dari 100 blockchain.
  2. Endpoint bisa dipilih berdasarkan lokasi, termasuk di Frankfurt, New York, dan Singapura untuk mendapat latensi rendah.
  3. Perlindungan node-layer untuk arus perintah DeFi yang sensitif.
  4. Layer Solana khusus untuk optimasi performa node.
  5. Throughput 20-1000 RPS (request per second).
  6. Latensi median: 18,6 ms (Asia Pasifik), 34,6 ms (Amerika Serikat), 107 ms (Eropa).

Alchemy: Platform RPC dengan API Ramah Developer

  1. Mendukung lebih dari 80 blockchain
  2. API canggih seperti API NFT, API token, API portofolio, API transfer, dan transaksi tanpa gas
  3. Mesin cortex untuk mentenagai intelligent routing yang dilatih AI.
  4. Simulasi transaksi dan dukungan transaksi privat.
  5. Throughput mencapai 300 RPS.
  6. Latensi median: 35,9 ms (Asia Pasifik), 65,3 (Amerika Serikat), 104 ms (Eropa).

QuickNode: Pilihan Add-On Lengkap

  1. Mendukung lebih dari 70 blockchain.
  2. Pilihan add-on luas dengan tools terkustomisasi.
  3. Integrasi partner untuk DeFi dan analisis.
  4. Throughput dari 15-500 RPS dan limit bisa dikustomisasi.
  5. Latensi: rata-rata global 25 ms.

Ankr: Ekosistem Node degan Insentif Token

  1. Mendukung lebih dari 80 blockchain.
  2. Arsitektur terdesentralisasi dengan model multi-operator.
  3. Mendukung staking dengan token native untuk mendukung operator node.
  4. Throughput sampai 1500 RPS.
  5. Latensi: 28,3 ms (Asia Pasifik), 29,8 ms (Amerika Serikat), 114 ms (Eropa).

Infura: Dirancang untuk Ekosistem Ethereum

  1. Mendukung lebih dari 20 blockchain, termasuk Ethereum dan layer 2 besar seperti Arbitrum, Optimism, Polygon, dan Base.
  2. Menggunakan Decentralized Infrastructure Network (DIN) dengan provider ternama.
  3. Integrasi bawaan dengan tools Ethereum (MetaMask, Hardhat, ethers.js, dan lain-lain).
  4. Throughput dari 5-1800 RPS.
  5. Latensi median: 1,03 ms (Asia Pasifik), 54,7 ms (Amerika Serikat), 419 ms (Eropa).

Kesimpulan

Apa itu RPC node? RPC node adalah node blockchain yang memungkinkan dApp atau wallet berinteraksi dengan blockchain. Tiap kali ada pengguna yang melakukan sesuatu on-chain, RPC node bekerja di belakang layar untuk memungkinkan aktivitas tersebut.

Selain memahami apa itu RPC node, pastikan Anda mengerti cara kerja blockchain itu sendiri. Pelajari definisi dan cara kerja blockchain di artikel Apa Itu Blockchain dan Cara Kerjanya? Panduan Lengkap untuk Pemula.