Skema Ponzi
Penipu menjanjikan keuntungan besar untuk investasi, padahal sebenarnya dana dari investor pemula dipakai untuk membayar keuntungan investor lama.
Contoh: Finiko, sebuah perusahaan investasi Bitcoin asal Rusia, menjanjikan keuntungan 30% setiap bulan. Skema Ponzi ini mencuri BTC setaraa $100 miliar dan mengacaukan pasar crypto di Moscow.
Phishing
Scammer menipu pengguna menggunakan email atau website palsu yang dibuat mirip seperti yang asli. Pengguna yang tidak sadar akan memberi private key atau kredensial mereka.
Peniruan Identitas
Scammer berpura-pura jadi figur terkenal, organisasi, atau pihak berwenang untuk menipu pengguna.
Contoh: Di tahun 2024, tiga remaja Amerika Serikat berpura-pura menjadi petugas Google Support. Mereka memandu korban untuk menampilkan layar dan me-reset two-factor authentication, sehingga berhasil mengakses private key korban dan mencuri 3.100 Bitcoin.
Pump and Dump
Harga token dipompa secara artifisial melalui hype dan promosi berlebih. Ketika investor sudah membeli token dan harganya naik, para pelaku serentak menjual token mereka, sehingga para korban kini memegang token yang tidak bernilai.
Contoh: Pada 2021, token SafeMoon dipromosikan besar-besaran oleh artis besar seperti Jake Paul, Soulja Boy, Nick Carter, dan Lil Yachty. Namun, di akhir tahun tersebut, nilai token ini turun 80%. Para eksekutif SafeMoon dan deretan artis yang mempromosikannya dituduh memegang sebagian besar token dan menjualnya setelah nilai token naik.
Pentingnya Wallet dan Seed Phrase
Cara aman investasi crypto dimulai dengan mengamankan aset crypto yang Anda miliki. Cryptocurrency disimpan dalam blockchain dan diakses melalui wallet crypto. Semua private key aset disimpan dalam software maupun hardware wallet. Oleh karena itu, keamanan wallet harus dijaga. Jangan sampai wallet diserang hacker, rusak, atau hilang.
Selain wallet, investor juga harus memahami pentingnya seed phrase. Seed phrase atau recovery phrase adalah master key untuk mengakses wallet. Seed phrase berperan sebagai cadangan private key, sehingga Anda masih bisa mengakses wallet dan aset jika Anda lupa password wallet atau wallet hilang.
Baca Juga: Cara Memilih Crypto Wallet Terbaik untuk Pemula
Cara Aman Menyimpan Aset Crypto
Gunakan Crypto Wallet yang Tepat
Simpan aset untuk transaksi, investasi, dan trading di hot wallet yang aman. Sementara itu, gunakan cold wallet untuk menyimpan aset dalam jumlah besar dan dalam jangka panjang. Jika Anda punya koleksi NFT atau token real-world asset (RWA), simpan di cold wallet yang aman.
Simpan Seed Phrase dengan Aman
Jika wallet Anda rusak, hilang, atau kena hack, seed phrase adalah satu-satunya cara mendapat akses ke wallet dan aset Anda. Simpan seed phrase di tempat offline yang terlindungi.
Terapkan Verifikasi Multisig
Beberapa wallet menyediakan opsi shared wallet yang menggunakan verifikasi multisig (multi-signature). Verifikasi multisig melibatkan persetujuan lebih dari satu orang jika ingin melakukan transaksi. Jadi, tidak ada satu pihak yang bisa bertransaksi sewenang-wenang.
Gunakan Password yang Kuat
Software wallet umumnya terlindungi password, sehingga penting untuk menggunakan password yang kuat dan tidak gampang ditebak. Aktifkan juga opsi perlindungan biometrik menggunakan sidik jari atau wajah agar wallet hanya bisa diakses oleh Anda.
Aktifkan Two-Factor Authentication
Gunakan aplikasi pihak ketiga seperti Google Authenticator agar tidak ada orang yang bisa masuk ke akun wallet secara sembarangan jika password bocor. Aplikasi authenticator juga bisa memberi peringatan jika akun Anda diakses perangkat lain.
Tips Menghindari Scam Crypto
Scam di dunia crypto terus berkembang dan bertambah canggih, sehingga investor harus tahu cara aman investasi crypto. Ada beberapa cara melindungi aset Anda dari scam. Kuncinya adalah disiplin dan bertindak dengan kepala dingin.
- Waspada terhadap modus penipuan: Baca berita mengenai scam crypto, penyebab, dan tanda-tandanya.
- Amankan password: Jangan gunakan password wallet yang sama dengan yang Anda gunakan di platform lain, ganti password secara rutin, dan buat keamanan berlapis dengan two-factor authentication.
- Pahami teknologi crypto: Pelajari cara kerja blockchain, smart contract, dan pentingnya audit keamanan.
- Do Your Own Research (DYOR): Jangan terbuai promosi dan hype berlebihan di media sosial atau teman. Selalu riset proyek token sebelum berinvestasi.
Kesalahan Umum Pemula dalam Berinvestasi
Sebagai investor pemula, ada beberapa kesalahan umum yang harus Anda dihindari jika ingin cara aman investasi crypto.
Berinvestasi Terlalu Banyak
Pemula sering terbuai janji manis akan keuntungan besar, sehingga memasukkan modal yang besar pula. Sisihkan dana untuk investasi, jangan berinvestasi lebih dari jumlah yang mampu Anda relakan jika rugi.
Tidak Punya Strategi
Jika Anda tidak punya strategi investasi, Anda cenderng lebih rentan terjebak FOMO, hype, dan proyek mencurigakan. Tetapkan strategi investasi yang berisi tujuan investasi serta sebesar apa risiko yang rela Anda tanggung.
Membuat Keputusan Berdasarkan Emosi
Pasar kripto yang volatil membuat investor pemula gampang panik atau kalap jika harga naik atau turun drastis. Pastikan berpegang pada strategi investasi, jangan membuat keputusan terburu-buru.
Kurang Diversifikasi
Jangan berinvestasi di satu jenis koin saja. Jika nilai koin itu jatuh, kerugian Anda bisa sangat besar. Salah satu cara aman investasi crypto adalah dengan menyebar dana investasi di beberapa jenis token untuk mengurangi risiko kerugian.
Kesimpulan
Popularitas crypto yang meningkat membuat banyak investor pemula yang masuk ke pasar ini. Crypto memang menawarkan keuntungan yang menarik, tetapi instrumen investasi ini masih punya risiko. Pemula harus memahami cara melindungi diri dari risiko dan cara aman investasi crypto.
Salah satu cara aman investasi crypto adalah dengan memahami berbagai jenis scam di dunia keuangan modern. Pelajari berbagai jenis scam di artikel Apa Itu Scam? Panduan Lengkap Mengenali Penipuan Digital & Crypto.