Harga Bitcoin turun 9% dalam 24 jam terakhir, menurut data yang ditunjukkan CoinMarketCap. Setelah kemarin membuat panik pasar dengan jatuh di bawah $70,000, nilai terendahnya sejak November 2024, harga Bitcoin terus menurun drastis hingga menyentuh $60,000 pada pagi hari tadi.
Ini berarti nilai Bitcoin telah turun 52,2% dari harga tertingginya, $126.000, yang diraih Oktober 2025 lalu.
Penurunan harga yang drastis ini diiringi dengan sentimen crypto yang sangat pesimis. Crypto Greed and Fear Index mencatat sentimen pasar berada di angka 9, yang berarti pasar crypto sedang berada di kondisi ketakutan ekstrem.
Ini adalah level sentimen terendah sejak 2022, ketika Terra Luna runtuh di pertengahan 2022 dan mendorong penjualan crypto besar-besaran.
Terra Luna adalah sebuah ekosistem crypto yang berpusat pada sebuah stablecoin algoritma dengan patokan dolar. Namun, saat Terra Luna kehilangan patokan fiatnya, kegagalan ekosistem ini mengakibatkan jatuhnya berbagai institusi crypto lain dalam skala besar-besaran.
Baca Juga: Apa Itu Stablecoin? Pengertian, Jenis, Cara Kerja, dan Contoh Lengkap
Decrypt melaporkan faktor-faktor lain yang mendorong lemahnya sentimen pasar, antara lain ketidakpastian aturan dari Bank Sentral Amerika Serikat serta tekanan geopolitik.
Faktor makroekonomi inilah yang mendorong penurunan nilai crypto. Ini sekali lagi menjadi pengingat bahwa trading crypto kini punya korelasi erat dengan saham dan sinyal kebijakan moneter.
