Penurunan nilai Bitcoin terus berlanjut hari ini. Mata uang terbesar ini sempat jatuh ke harga $69.101 di exchange crypto Bitstamp siang hari tadi.
Besar kemungkinan bahwa harga diskon Bitcoin di Bitstamp disebabkan oleh tekanan jual yang lebih tinggi di platform milik Robinhood ini.
Nilai global Bitcoin mencapai titik tertinggi pada Oktober 2025 lalu, ketika harganya menyentuh $126.000. Namun, harganya terus merosot sejak saat itu. Dengan nilainya sekarang, Bitcoin telah jatuh 40% dari nilai terbesarnya.
Nilai Bitcoin yang merosot ini jadi salah satu dampak rasa takut pasar terhadap pengeluaran AI (artificial intelligence), momentum pertumbuhan laba yang melambat, serta valuasi yang terlalu tinggi. Ini mengakibatkan investor menjauh dari aset risiko.
Beberapa analis bahkan memprediksi harga Bitcoin akan mentok di $60.000. Trader di platform futures trading Polymarket pun berspekulasi ada kemungkinan 82% bahwa harga Bitcoin akan jatuh ke $65.000 tahun ini.
Sebagian investor bahkan lebih pesimis. Prediksi harga Bitcoin di bawah $55.000 mencapai 60%, sementara prediksi harga Bitcoin akan rebound ke $100.000 jatuh ke 54%. Padahal, di awal tahun 2026, pasar futures trading 80% optimis Bitcoin akan kembali menyentuh $100.000.
Prediksi ini mencerminkan sentimen bearish di pasar crypto saat ini. Kondisi ini cukup brutal bagi investor pemula dan orang-orang yang termakan FOMO (fear of missing out).
Bagaimana strategi terbaik menghadapi pasar bearish? Pelajari di artikel Apa Itu Bear Market: Arti, Ciri, dan Strategi Menghadapinya di Dunia Kripto.
