Decentralized Finance
Aplikasi DeFi meraup pemasukan $3.8 miliar di 2025. Dipimpin oleh Hyperliquid, platform DeFi ini berhasil meraup $800 juta setahun hanya dengan kurang dari 15 karyawan.
Jika dibandingkan dengan platform fintech tradisional, ukuran aset di platform DeFi masih lebih sedikit. Namun, jarak antara keduanya makin mengecil. Ini menunjukkan bagaimana protokol DeFi seperti liquid staking dan platform pinjam-meminjam menarik perhatian institusional dan berkembang secara pesat.
Baca Juga: Decentralized Finance (DeFi): Pengertian & Cara Kerja
Tokenisasi Aset
Tokenisasi aset nyata adalah inovasi yang memindahkan triliunan dolar aset fisik ke ekosistem blockchain. Nilai pasar untuk tokenisasi aset nyata (real-world asset) naik 208% di tahun 2025, hingga mencapai $18.9 miliar.
Produk RWA yang paling besar saat ini adalah pasar uang Blackrock yang bernilai $1,7 miliar. Produk tokenisasi emas dari Tether (XAUT) mencapai nilai $1,8 miliar, sementara tokenisasi saham publik mendekati nilai $750 juta.
Baca Juga: Tokenisasi Aset Nyata Menggunakan Blockchain: Panduan Lengkap
Peran Regulasi
Laporan ARK menunjukkan bahwa Bitcoin, DeFi, dan tokenisasi aset semakin digunakan sebagai komponen penting di pasar modal global.
Namun, menurut founder platform edukasi blockchain Digital South Trust, Sudhakar Lakshmanaraja, masa depan crypto di 2026 akan lebih banyak dibentuk oleh regulasi, bukan inovasi.
“Bitcoin mungkin mendominasi aset, tetapi DeFi dan pasar tokenisasi aset tidak akan berkembang hingga pemerintah menetapkan peraturan mengenai penyimpanan, kepatuhan, dan perlindungan investor,” jelasnya pada Decrypt.
Saat ini, regulasi crypto masih abu-abu di berbagai negara. Bagaimana dengan di Indonesia? Pelajari regulasi crypto di Indonesia di artikel Aturan Pajak Crypto di Indonesia 2026: Tarif, Mekanisme, dan Kewajiban Investor.