Charles Hoskinson, co-founder platform blockchain Cardano, menjelaskan apa tantangan terbesar crypto saat ini.
Dalam wawancara dengan TheStreet Roundtable, entrepreneur asal Amerika ini mengutarakan pendapat bahwa crypto masih mengharuskan penggunanya punya pengetahuan kompleks. Wallet, bridge, dan persaingan jaringan adalah hal-hal kompleks yang tidak mau ditoleransi banyak pengguna.
“Jika Anda menghampiri pengguna dan bilang mereka harus tahu semua hal aneh tentang protokol kalian, itu pengalaman pengguna yang buruk,” kata Horkinson.
Ia berkata crypto cukup bekerja saja, tanpa tetek-bengek istilah teknologi yang harus diketahui penggunanya.
Misalnya, kebanyakan pengguna ponsel tidak memikirkan standar Wi-Fi atau data routing jika mereka membuka sebuah aplikasi. Namun, pengguna crypto harus memahami jenis-jenis wallet, bridge, dan blockchain yang mewadahi transaksi yang ingin mereka lakukan.
Untuk menyederhanakan kinerja blockchain dan crypto hingga terasa “tak kasat mata” bagi pengguna, jaringan-jaringan blockchain harus mengusung prinsip interoperabilitas, bukannya saling bersaing sebagai ekosistem sendiri-sendiri.
Baca Juga: Mengapa Blockchain Interoperability Sangat Penting untuk Masa Depan
Contoh interoperabilitas, menurut Hoskinson, adalah stablecoin USDC. USDC bisa bergerak lintas blockchain sambil mempertahankan patokan yang sama.
Hoskinson juga mengusulkan potensi sistem transaksi berbasis intensi. Maksudnya, pengguna cukup mendeskripsikan hasil yang mereka inginkan, sementara infrastruktur akan otomatis memperhitungkan bagaimana transaksi sebaiknya dilakukan.
“90% transaksi di decentralized exchange dan 60% DeFi bisa jadi berbasis intensi di tahun 2030,” katanya.
Dalam model berbasis intensi ini, pengguna tidak perlu lagi memikirkan blockchain atau wallet mana yang harus dipilih untuk menjalankan transaksi mereka. Mereka cukup mengutarakan keinginan membeli sebuah token atau melakukan transaksi tertentu, dan mendapatkan hasilnya secara instan.
Hoskinson percaya bahwa fase crypto selanjutnya akan dibentuk oleh kesederhanaan semua platform, bukan persaingan teknis antar jaringan.
