Jumlah kerugian akibat scam crypto di tahun 2025 lalu mencapai rekor baru. Dalam 2026 Crypto Crime Report yang dirilis pada 13/01/2026 lalu, Chainalysis memperkirakan kerugian mencapai $17 miliar, naik $4 miliar dari tahun 2024.
Laporan Chainalysis menunjukkan bahwa scam tidak hanya semakin banyak, tetapi juga semakin efektif. Kerugian scam rata-rata naik 253% dari $782 ke $2.764 dalam setahun.
Arus dana masuk akibat scam juga meningkat pesat, terutama scam dengan taktik pemalsuan identitas yang mengalami kenaikan 1400% dari tahun sebelumnya. Selain itu, scam yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI juga bertambah banyak. Ini mendorong scam crypto jadi lebih cepat, meyakinkan, dan menguntungkan.
Dalam wawancara dengan Decrypt, Kepala Divisi Riset Chainalysis, Eric Jardine mengungkapkan, “Lebih dari 70% scam yang didukung AI menduduki 50% teratas menurut volume transfer.”
Chainalysis juga menemukan bahwa scam menggunakan AI punya nilai dan volume tinggi. Scam ini menggunakan software face-swap untuk mengubah wajah seseorang jadi wajah orang lain, teknologi deepfake, atau LLM (Large Language Model) yang dijual oleh vendor Cina melalui kanal Telegram.
Data menunjukkan scam bertenaga AI lebih efektif. Riset Chainalysis menemukan scam yang terkait dengan vendor AI mengakibatkan kerugian rata-rata $3,2 juta, sementara scam tanpa kaitan dengan AI umumnya mencuri $719.000. Berarti, scam dengan AI 4.5 kali lebih menguntungkan.
Volume transaksi scam dengan AI pun 9 kali lebih banyak. Chainalysis melaporkan 35,1 transaksi harian akibat scam dengan AI, sementara scam tanpa AI meraup 3,89 transaksi per hati.
“Saat kita menemui skenario deepfake di mana seseorang terlihat persis seperti orang yang Anda kenal atau seorang pemilik kekuasaan yang pernah Anda temui, kredibilitasnya jadi meningkat,” jelas Jardine. “Ini berarti Anda lebih rentan ditipu, dan memungkinkan scammer meningkatkan skala operasionalnya secara problematik.”
Saat ini, scam pemalsuan identitas mulai menjauh dari CEX (Centralized Exchange) dan menargetkan DEX (Decentralized Exchange), bridge DeFi (Decentralized Finance), dan protokol. Jardine menjelaskan pergeseran ini mencerminkan tren lebih besar, di mana operasi scam semakin memanfaatkan sifat permissionless dan terdesentralisasi untuk terus menggerakkan dana.
Tiap tahun, scam crypto berkembang jadi semakin canggih, teratur, dan efisien. Ini didorong oleh tools AI yang makin gampang diakses, platform phishing-as-a-service yang makin marak, dan penggabungan berbagai teknik scam.
Oleh karena itu, perlindungan dari scam adalah salah satu pengetahuan mendasar yang harus dimiliki semua investor crypto. Kenali berbagai jenis scam di artikel Apa Itu Scam? Panduan Lengkap Mengenali Penipuan Digital & Crypto. Setelah itu, pelajari cara melindungi diri dari scam di artikel Cara Aman Berinvestasi Crypto: Panduan Lengkap untuk Pemula.
