Di tengah kondisi pasar crypto dan Bitcoin yang sedang ombang-ambing, rasa takut dan khawatir investor meningkat. Baru-baru ini, data Google Trends menunjukkan peningkatan pencarian kata kunci yang mencerminkan sentimen negatif terhadap Bitcoin, seperti “Bitcoin going to zero” dan “Bitcoin is dead”.
Dalam unggahannya di X pada 25 Februari kemarin, investor NoName bahkan menunjukkan bahwa angka pencarian untuk kata-kata kunci tadi dua kali lebih tinggi dari siklus bear market sebelumnya. Bahkan, angka pencariannya lebih tinggi dari saat pandemi COVID-19 melanda.
Di sisi lain, investor Robin Seyr punya strategi unik. Ia menyarankan untuk membeli Bitcoin tiap kali kata kunci “Bitcoin is dead” sedang populer. Sebab, investor bisa mendapat keuntungan jauh di luar perkiraan.
Menariknya, situs Bitcoin Death mencatat setidaknya 467 kali Bitcoin dinyatakan “mati” oleh investor, analis, dan media keuangan. Jika seseorang berinvestasi $100 setiap kali Bitcoin dinyatakan “mati”, ia akan meraup keuntungan $71 juta hari ini.
Peningkatan pencarian mengenai “kematian” Bitcoin juga mendorong banyak pemula untuk masuk ke pasar crypto. Data Google Trends menunjukkan kenaikan pencarian kata kunci “what is Bitcoin” yang jauh lebih tinggi dari pencarian untuk “Bitcoin is dead” dan “Bitcoin to zero”.
Pencarian-pencarian ini menunjukkan dua sentimen berlawanan di pasar crypto saat ini. Di satu sisi, banyak investor dengan pengalaman di dunia crypto yang mempertanyakan daya tahan Bitcoin. Di sisi lain, ada banyak pemula dan orang awam yang ingin tahu fundamental Bitcoin.
Ini menunjukkan bahwa, meski harga Bitcoin sedang rendah, aset ini tetap punya daya tarik tinggi. Bitcoin juga mencapai segmen masyarakat baru yang sebelumnya tidak tertarik pada keuangan digital.
Namun, pencarian mengenai “what is Bitcoin” ataupun “Bitcoin is dead” tidak langsung berarti akan ada arus masuk atau arus keluar yang tinggi. Seorang investor yang bijak harus melakukan analisis menyeluruh sebelum membeli atau menjual aset mereka. Pelajari cara analisis crypto di artikel Cara Analisis Crypto untuk Pemula: Fundamental vs Teknikal.
