Analis: Ketakutan Akan Resesi Hambat Pemulihan Bitcoin

Published Date:January 8, 2026Read Time:1 menit
profile picture

DRX Admin

Analis: Ketakutan Akan Resesi Hambat Pemulihan Bitcoin

Setelah beberapa bulan yang sulit di 2025, Bitcoin menyongsong tahun baru dengan optimisme baru.

Bitcoin (BTC) saat ini sedang diperjualbelikan di harga $90.230. Saat ini, Bitcoin sedang berusaha melampaui titik $90.000-an dan bahkan sempat menyentuh harga $94.420.

Namun, André Dragosch, Direktur dan Kepala Divisi Riset di Bitwise Europe, berpandangan bahwa pemulihan Bitcoin dihambat oleh rasa takut dan kekhawatiran akan resesi.

Resesi adalah periode saat perekonomian suatu wilayah mengalami penurunan signifikan. Biasanya, kondisi resesi didefinisikan ketika Produk Domestik Bruto (PDB) menurun selama dua kuartal berturut-turut.

Kondisi resesi juga ditandai dengan pengangguran yang meningkat, pengeluaran konsumen yang menruun, investasi bisnis yang berkurang, serta kondisi finansial yang lebih terdesak karena kredit jadi lebih mahal.

Dalam kondisi resesi, investor menjauh dari aset berisiko tinggi seperti Bitcoin dan memilih memegang opsi yang lebih aman, seperti uang tunai, obligasi negara, atau emas.

Kondisi inilah yang sedang dikhawatirkan pasar dan memengaruhi harga Bitcoin. Dalam interview dengan CoinTelegraph, Dragosch menjelaskan bahwa harga Bitcoin sedang mempertimbangkan resesi. Namun, ia tidak percaya akan terjadi resesi.

Menurut Dragosch, ketika pasar akhirnya menyadari tidak akan terjadi resesi, minat terhadap aset berisiko akan naik lagi.

Bahkan, ketiadaan resesi bisa mendorong performa Bitcoin untuk melampaui emas.

“Bukan berarti performa emas pasti akan turun. Tetapi, performa Bitcoin akan melampaui performa emas di lingkungan yang cenderung mengambil risiko,” jelas Dragosch.

Dragosch juga memaparkan dua fakta Bitcoin yang ia amati.

Pertama, performa Bitcoin tidak pernah buruk selama dua tahun berturut-turut.

Kedua, Bitcoin selalu merupakan aset terbaik atau terburuk dalam setiap tahun tertentu.

Dari kedua observasi ini, Dragosch menekankan optimismenya mengenai potensi bullish Bitcoin. “Tahun lalu, Bitcoin adalah aset dengan performa terburuk … Jadi saya cukup yakin tahun ini, Bitcoin akan jadi aset dengan performa terbaik.”

Tidak bisa dipungkiri bahwa harga aset spekulatif seperti Bitcoin dipengaruhi oleh sentimen pasar, bukan hanya terhadap koin itu sendiri, tetapi kondisi ekonomi makro. Inilah mengapa sentimen pasar adalah salah satu hal yang patut diperhatikan sebelum membeli crypto.

Seorang investor yang bijak harus melakukan “pekerjaan rumah” berupa analisis crypto secara mendalam sebelum berinvestasi. Pelajari cara analisis crypto di artikel Cara Analisis Crypto untuk Pemula: Fundamental vs Teknikal.

Share

DiscordTelegramx-twitter