Investasi crypto tidak hanya berasal dari investor perorangan ataupun perusahaan. Institusi pendidikan seperti Universitas Harvard pun berinvestasi dalam mata uang crypto untuk mengelola dana abadi mereka.
Dana dengan total $56,9 miliar ini berasal dari ribuan sumbangan sejak awal berdirinya Harvard dan dikelola oleh Harvard Management Company (HMC), Meski begitu, Harvard baru memulai eksplorasi ke ekosistem Ethereum baru-baru ini.
Menurut laporan SEC (Securities and Exchange Commission) Amerika Serikat, HMC nyaris 3,9 juta saham dari iShares Ethereum Trust (ETHA) milik BlackRock, dengan total nilai $86,8 juta. Ini adalah spot ETF (exchange-traded fund) yang melacak harga Ether (ETH), token native di ekosistem Ethereum.
Di saat yang sama, Harvard menjual 21% pegangan mereka di iShares Bitcoin Trust (IBIT), atau sekitar 1,5 juta saham. Meski begitu, ETF Bitcoin ini tetap jadi pegangan terbanyak Harvard yang diumumkan ke publik, dengan nilai sekitar $265,8 juta.
Saat ini, Bitcoin sedang mengalami penurunan harga yang cukup signifikan dari nilai tertinggi $126.000 yang dicapai pada Oktober 2025 lalu. Sehingga, pergerakan ini dinilai sebagai bentuk manajemen risiko dari pihak Harvard.
Selain Ethereum, Harvard juga meningkatkan posisi mereka di perusahaan induk Google, Alphabet, sebesar $100 juta. Di sisi lain, Harvard mengurangi investasi di Amazon, Microsoft, dan Nvidia.
Diversifikasi portofolio adalah salah satu elemen penting dalam manajemen risiko. Hal ini penting dilakukan oleh investor, baik investor perorangan maupun institusional. Harvard menjadi salah satu contoh terbarunya.
Saat ini, CoinMarketCap mencatat harga Bitcoin (BTC) adalah $68.100, sementara Ether (ETH) diperjualbelikan di harga $2.000.
Mana yang lebih baik, Bitcoin atau Ethereum? Sebelum membuat keputusan, pelajari perbedaan keduanya di artikel Perbedaan Ethereum dan Bitcoin: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi.
