Pasar investasi lagi-lagi mengalami kondisi lesu. Harga logam mulia, saham perusahaan-perusahaan besar, dan mata uang crypto jatuh drastis pada 12 Februari kemarin.
Apmex mencatat harga emas jatuh ke bawah $5000 per ons pada pagi 12 Februari. Padahal, beberapa minggu lalu emas berhasil menembus $5.500 sebagai nilai tertinggi baru.
Perak juga mengalami penurunan signifikan. Dari $83 per ons, perak kini diperjualbelikan dengan harga $77 per ons. Beberapa minggu lalu, logam mulia ini juga menembus harga $100 per ons dan mencapai nilai tertinggi baru.
Bukan hanya logam mulia yang merosot. S&P 500, indeks pasar saham yang melacak performa saham 500 perusahaan terkemuka, jatuh 1,57% ke 6.832 poin. Di akhir Januari lalu, indeks ini mencapai angka 7.000 sebagai nilai tertinggi.
Terakhir adalah crypto yang masih terus lesu. CoinMarketCap mencatat Bitcoin jatuh 1,6% dalam 24 jam ke harga $66.400. Pada Oktober 2025, Bitcoin berhasil meraih nilai tertinggi $126.000. Namun, sejak krisis pasar crypto pada 10 Oktober lalu, Bitcoin masih belum berhasil pulih. Mata uang crypto terbesar ini justru kesulitan mempertahankan nilai di atas $70.000 akhir-akhir ini.
Baca Juga: Perbedaan Saham dan Crypto : Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Investor Modern?
Penurunan harga berbagai aset investasi ini terjadi seiring naiknya rasa takut investor di pasar crypto. Coinglass mencatat Crypto Fear & Greed Index berada di angka 8, yang menunjukkan pasar sedang berada di kondisi ketakutan ekstrem.
