Sejak awal peluncurannya, crypto yang beroperasi menggunakan teknologi blockchain punya satu masalah fundamental. Masalah ini dikenal dengan sebutan trilema blockchain. Intinya, trilema ini menyebutkan bahwa jika ingin meningkatkan skalabilitas blockchain, maka keamanan atau desentralisasi blockchain harus dikorbankan.
Berbagai solusi skalabilitas blockchain telah dikembangkan untuk menjawab trilema inI. Kini, co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, mengumumkan bahwa Ethereum telah berhasil memecahkan trilema fundamental ini melalui kombinasi Ethereum Virtual Machine (EVM) bersifat zero-knowledge serta teknologi PeerDAS.
Melalui unggahan di X pada 04/01/2026, Buterin menjelaskan bahwa jaringan peer-to-peer (P2P) besar seperti BitTorrent dan Bitcoin punya keterbatasan besar.
BitTorrent menawarkan bandwith yang besar dan desentralisasi, tetapi tanpa mekanisme konsensus. Sementara itu, Bitcoin mencapai desentralisasi penuh dan mekanisme konsensus, tetapi bandwith sangat kecil sehingga throughput rendah.
Melalui arsitektur baru, Ethereum menawarkan solusi yang bisa memenuhi ketiga faktor penting: konsensus, desentralisasi, dan throughput tinggi.
ZKEVM yang telah dikembangkan sejak 2020 kini berada di tahap alpha, di mana performa telah sesuai kualitas produksi. Biaya transaksi berhasil dipotong 45 kali lipat dan waktu validasi transaksi menurun dari 16 menit ke 16 detik saja.
Menurut Vitalik, sebagian kecil dari jaringan Ethereum akan mulai menggunakan ZKEVM di 2026.
Sementara itu, teknologi PeerDAS sudah beroperasi di jaringan utama. Teknologi ini memungkinkan node untuk memverifikasi ketersediaan data dengan melakukan sampling pada bagian-bagian kecil alih-alih seluruh blok. Dengan begitu, verifikasi data jadi lebih cepat dan throughput ditingkatkan tanpa mengorbankan desentralisasi.
Buterin juga memaparkan rencana penerapan ZKEVM dan PeerDAS selama 4 tahun ke depan.
- 2026: Limit gas yang tidak bergantung pada ZKEVM ditingkatkan. Kesempatan menjalankan node ZKEVM mulai muncul.
- 2026-2028: Perubahan harga gas dan struktur status serta migrasi beban eksekusi ke berbagai “blob” untuk mendukung throughput tinggi.
- 2027-2030: Validasi ZKEVM akan menjadi metode verifikasi blockchain utama.
Terobosan terbaru Ethereum ini adalah hasil dari perjalanan panjang selama 10 tahun. Buterin pertama kali membuat komitmen sampling ketersediaan data di 2015, sementara ZKEVM mulai dikembangkan pada 2020.
Perkembangan pesat Ethereum membuat banyak investor yang membandingkannya dengan crypto pertama dan terbesar saat ini, yaitu Bitcoin.
Mana yang lebih baik, Ethereum atau Bitcoin? Pelajari perbedaan antara keduanya dan ketahui yang mana yang cocok bagi Anda di artikel Perbedaan Ethereum dan Bitcoin: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi.
