Morgan Stanley mulai memperluas ekspansinya ke industri aset digital dengan menghadirkan layanan trading spot kripto melalui platform E*TRADE.
Layanan tersebut saat ini masih tersedia untuk kelompok pengguna terbatas sebelum nantinya dibuka lebih luas kepada jutaan nasabah E*TRADE dalam beberapa bulan ke depan. Bitcoin, Ethereum, dan Solana menjadi tiga set kripto pertama yang tersedia dalam layanan tersebut.
Perhatian pasar tertuju pada strategi biaya yang ditawarkan Morgan Stanley.Bank investasi asal AS tersebut menetapkan biaya transaksi sekitar 50 basis poin atau 0,5% per transaksi, lebih rendah dibandingkan beberapa platform kripto dan broker lain seperti Coinbase, Robinhood, dan Charles Schwab.
Analisis Bloomberg, Eric Balchunas, menilai langkah tersebut menunjukan institusi keuangan tradisional mulai semakin agresif memasuki pasar kripto retail. Menurutnya, persaingan biaya transaksi di industri kripto kemungkinan akan terus meningkat seiring masuknya pemain besar dari sektor keuangan tradisional.
Selain membuka akses investasi aset digital, Morgan Stanley juga memanfaatkan basis pengguna E*TRADE yang mencapai jutaan akun untuk memperluas distribusi produk kripto langsung melalui platform investasi tradisional. Layanan kripto Morgan Stanley didukung oleh Zero Hash sebagai penyedia infrastruktur transaksi aset digital.
Di sisi lain, kehadiran Morgan Stanley dinilai dapat meningkatkan tekanan bagi exchange kripto seperti Coinbase. Jika semakin banyak institusi keuangan besar menawarkan akses kripto langsung melalui aplikasi investasi mereka, posisi exchange kripto sebagai pintu utama investor retail berpotensi semakin tertekan.
Meski begitu, langkah ini juga dipandang sebagai sinyal semakin kuatnya adopsi aset digital di kalangan institusi keuangan tradisional.
