Pada minggu ini, Google merilis makalah deskripsi mengenai komputer kuantum yang secara teori diasumsikan bisa mengakses private key dari Bitcoin hanya dalam 9 menit. Dampak ini juga meluas ke Ethereum dan berbagai jenis token, hingga banyak hal lainnya.
Menurut McKinsey & Company, secara fundamental komputer kuantum memiliki pendekatan yang berbeda, yang siap mengembangkan sistem komputer kuantum menuju level yang baru. Komputer kuantum berpotensi menyelesaikan permasalahan statistik yang kompleks melampaui batas yang dimiliki teknologi komputer sekarang. Teknologi ini bisa diimplementasikan di berbagai industri, termasuk industri finansial dan industri teknologi finansial.
Komputer kuantum sering kali dianggap sebagai versi ‘lebih cepat’ dari komputer biasa. Padahal komputer kuantum bukanlah suatu bentuk chip dengan kapasitas kekuatan yang lebih tinggi dibanding chip yang digunakan pada sistem komputer biasa.
Menurut CoinDesk, komputer kuantum hanya bisa dioperasikan di lingkungan yang sangat dingin, dengan ruangan yang dikelilingi oleh pelindung dari gangguan elektromagnetik, getaran, maupun radiasi panas. Lingkungan yang dibangun untuk komputer kuantum seolah menekankan bahwa komputer kuantum bukanlah versi paling cepat dari komputer klasik, melainkan teknologi yang menggunakan serangkaian hukum fisika yang berbeda yang hanya bisa digunakan pada skala kecil dengan suhu yang sangat rendah. Suhu dingin berfungsi sebagai perisai untuk melindungi komputer kuantum dari energi panas yang bisa mengganggu informasi dari data sensitif yang ada. Fenomena ini disebut sebagai decoherence, yang membuat perhitungan komputer kuantum menjadi error.
Dalam sistem kerjanya, komputer kuantum menggunakan qubit yang kemampuannya bukan secara linier, tetapi secara eksponensial. Tiga qubit bisa memproses delapan kemungkinan situasi; lima puluh qubit mampu memproses satu kuadriliun kemungkinan secara serentak. Kemampuan ini jelas melampaui sistem komputer tercanggih saat ini. Sementara itu, qubit memiliki keterikatan satu sama lain, yang artinya satu qubit tahu apa yang dilakukan qubit lainnya. Sistem ini memungkinkan komputer kuantum untuk berkoordinasi seluruhnya secara harmonis, bukan hanya satu per satu.

Meskipun komputer kuantum merupakan suatu kemajuan teknologi yang bisa melampaui teknologi paling canggih saat ini, nyatanya komputer kuantum membawa potensi berbahaya bagi keamanan Bitcoin dan cryptocurrency lain. Suatu perangkat komputer biasa butuh waktu ribuan tahun untuk bisa menebak private key untuk bisa mengakses Bitcoin seseorang karena harus melewati satu per satu kemungkinan yang jumlahnya triliunan hingga tak terbatas. Sedangkan komputer kuantum bisa memproses semua kemungkinan secara bersamaan dan langsung memfilter jawaban salah lewat hukum fisika sehingga kunci privat dapat ditemukan dalam hitungan jam bahkan menit. Inilah alasan mengapa komputer kuantum menjadi ancaman berbahaya bagi keamanan Bitcoin dan cryptocurrency lain di masa depan.
