Performa Ethereum mulai mengungguli Bitcoin dalam hitungan bulan untuk pertama kalinya. Dikutip dari Cryptonews, pergerakan nilai Ethereum pada awal Maret berada di kisaran $1,907 dan ditandai sebagai nilai terendah, hingga pada pertengahan Maret Ethereum mencapai nilai tertingginya di kisaran $2,386. Pergerakan ini sebagian besar dipicu oleh kebijakan di Washington serta pernyataan yang dibuat oleh Presiden Trump. Sementara di periode yang sama Bitcoin juga mengalami volatilitas serupa, dengan pergerakan dari $65,000 hingga $76,000.
Ethereum mengalami kenaikan performa dan mulai lebih unggul dari Bitcoin. Hal bisa menjadi pertanda perpindahan modal ke altcoin dan dimulainya altcoin season.
Dalam 24 jam, pergerakan Ethereum masih menunjukan akumulasi yang rendah dengan belum terlihat adanya pembelian dalam jumlah besar. Saat ini Ethereum harus bisa mempertahankan nilainya di kisaran $2,000 dan harus terus naik hingga menyentuk $2,250, untuk menargetkan nilai kisaran $3,000 hingga $3,200 dalam jangka menengah. Sebaliknya, jika Ethereum mengalami penurunan hingga dibawah $1,950 maka aka nada potensi penurunan harga hingga kembali ke level nilai terendahnya.
Meskipun secara performa Ethereum terlihat mulai lebih unggul dibandingkan Bitcoin hingga muncul potensi akan terjadinya altcoin season, kedua cryptocurrency ini masih menunjukan pola pergerakan yang serupa karena berada di fase konsolidasi. Hal ini mencerminkan bahwa keseluruhan psar masih menantikan katalis yang lebih kuat, karena nilai Ethereum maupun Bitcoin masih terpengaruh oleh sentiment investor terhadap kondisi politik global.
Dikutip dari Cryptonews, tumbuhnya minat institusi besar terhadap Ethereum, menunjukan bahwa masih ada kemungkinan adanya aliran dana besar yang mulai masuk ke pasar kripto yang berpotensi memperkuat momentum altcoin season kedepannya.
Bisa disimpulkan bahwa, Ethereum masih punya potensi cukup besar dalam kenaikan nilainya meskipun berada di situasi konsolidasi yang sama seperti Bitcoin.
