Mantan CTO Coinbase: Crypto Akan Bertahan Lebih Lama dari Silicon Valley

Published Date:January 28, 2026Read Time:2 menit
profile picture

DRX Admin

Mantan CTO Coinbase: Crypto Akan Bertahan Lebih Lama dari Silicon Valley

Kekuatan Silicon Valley sebagai hub teknologi raksasa tidak terjamin lagi, dan kejatuhannya jadi semakin realistis, bukan pengandaian semata. Inilah peringatan dari Balaji Srinivasan, mantan CTO (Chief Technology Officer) di Coinbase.

Mantan eksekutif Coinbase ini memaparkan bahwa risiko politik yang terus meningkat dan perubahan peraturan struktural mampu menggeser posisi Silicon Valley “dari satu ke nol” dalam satu dekade ke depan. Setelah itu, crypto akan bangkit sebagai penerus alaminya.

Dalam unggahannya di X, Srinivasan menggambarkan skenario di mana penggerak ekonomi terbesar Silicon Valley, yakni modal ventura, hancur karena dibebani oleh:

  1. Pajak kekayaan
  2. Keketatan regulasi
  3. Tekanan politik bipartisan

Pusat dari argumen Srinivasan adalah Undang-Undang Pajak Miliarder 2026 yang diusulkan California, lokasi Silicon Valley. Inisiatif ini akan membebankan cukai 5% atas orang-orang dengan kekayaan bersih $1 miliar atau lebih.

Srinivasan melanjutkan dengan menulis bahwa penerus Silicon Valley adalah perusahaan teknologi yang berbasis di Tiongkok serta protokol crypto yang berbasis di internet. “Sebab mereka punya perlindungan politik bawaan yang tidak dimiliki Silicon Valley,” tulisnya.

Tak hanya perpajakan, Srinivasan juga mengangkat isu ketidakstabilan terhadap hak properti, kompensasi saham, visa, jalur IPO (Initial Public Offering), dan regulasi mengenai teknologi baru seperti AI dan crypto.

Secara politik, Silicon Valley diserang dari dua pihak. Pihak kiri menganggap teknologi merepresentasikan modal tersentralisasi dan ketidaksetaraan. Sementara pihak kanan melihat Silicon Valley sebagai simbol globalisasi dan pergeseran budaya. Ini mengakibatkan industri di Silicon Valley terisolasi secara politik.

Srinivasan tidak menganggap kemajuan teknologi akan berakhir. Namun, ia percaya Silicon Valley tidak akan lagi memonopoli industri ini.

Menurutnya, teknologi mulai berdesentralisasi, salah satunya melalui model open source yang tidak lagi bergantung pada hub tersentralisasi.

Di lingkungan seperti inilah crypto punya posisi unggul. Berbeda dengan perusahaan teknologi tradisional, protokol crypto beroperasi secara global. Crypto tdiak terikat pada satu wilayah jurisdiksi dan justru bertambah kuat berkat desentralisasi.

Srinivasan mengakhiri tulisannya dengan analogi dinosaurus dan mamalia di zaman purba. Silicon Valley ibarat dinosaurus yang dominan tetapi rapuh. Walau “dinosaurus” ini masih bertahan, kita mulai melihat kemunculan crypto yang seperti mamalia—kecil, dianggap sepele, tetapi sebenarnya dirancang untuk mampu beradaptasi dengan guncangan politik.

Teknologi akan terus berkembang, namun dengan cara dan bentuk yang berbeda dari yang kita kenal selama ini. Seiring meningkatnya popularitas dan ketahanan crypto, bahkan investor tradisional pun harus mengakui potensi aset ini.

Saatnya Anda memahami crypto lebih dalam untuk menyambut era teknologi yang baru. Pelajari berbaga istilah crypto umum di artikel 70+ Istilah Crypto & Artinya untuk Pemula | Kamus DRX Token.

Share

DiscordTelegramx-twitter
Mantan CTO Coinbase percaya dominasi Silicon Valley akan jatuh drastis dalam 10 tahun ke depan.