Bitcoin terbukti bergerak searah dengan pasar saham namun berbanding terbalik dengan harga minyak dunia. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin beserta kripto lain telah melonjak 5% dan mencapai $72,699 sebagai harga tertingginya sejak terjadinya konflik Amerika-Iran. Bitcoin yang menjadi indikasi awal pergerakan positif bagi pasar aset berisiko mulai menampilkan data kenaikan nilainya lagi. Lonjakan nilai BTC sejalan dengan meningkatnya pasar saham. Di antaranya, S7P 500 Futures meningkat 1,9%, Nasdaq Futures meningkat 2,2%, dan Dow Jones Futures yang naik sekitar 1,8%. Data tersebut merupakan respon baik dari meredanya ketegangan geopolitik.
Melalui akun Truth Social nya, Trump menyatakan bahwa ia menyetujui untuk melakukan gencatan senjata terhadap Iran selama dua minggu. Sebelumnya, Pakistan yang merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Iran dan merupakan sekutu lama dari Amerika menawarkan diri menjadi medioker dengan membawa proposal perdamaian bagi Amerika dan Iran. Sebagai langkah awal dalam mempertimbangkan proposal perdamaian dari Pakistan, Amerika setuju untuk melakukan gencatan senjata.
Iran mengkonfirmasi gencatan senjata ini dengan memberikan pernyataan bahwa, jika serangan militer terhadap Iran ditangguhkan, maka Iran akan membuka kembali selat hormuz dan memperbolehkan kapal tangki minyak untuk melewati selat tersebut. Namun, Iran juga menekankan bahwa ada dua syarat yang harus dipatuhi. Pertama, semua kapal tersebut harus berkoordinasi dengan angkatan militer, sehingga pihak Iran tetap pegang kendali penuh di wilayah tersebut. Kedua, Iran menyebutkan adanya pertimbangan batasan teknis yang bisa diartikan bahwa jalur yang dibuka mungkin terbatas.
Ketika harga Bitcoin dan pasar saham melonjak karena momen krusial geopolitik ini, harga minyak dunia justru mengalami penurunan cukup drastis. Harga minyak sebelumnya melonjak selama beberapa bulan karena berpotensi mengalami kelangkaan selama konflik Amerika dan Iran. Kini, pasca pernyataan gencatan senjata yang dikeluarkan oleh Trump, harga minyak justru menurun drastis, terlebih dengan adanya pernyataan kesediaan iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Menurut data dari CoinDesk, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) per barel anjlok lebih dari 10% menjadi $95, begitu pula dengan harga minyak Brent.
Dalam beberapa bulan terakhir, konflik Amerika dan Iran membuat distribusi minyak dunia terhambat. Ketakutan para investor akan potensi kelangkaan minyak membuat mereka berbondong-bondong membeli minyak dan menjual aset Bitcoin mereka. Banyak trader yang semakin skeptis terhadap nilai kripto dan bertaruh harganya akan jatuh karena perang. Begitu ada berita damai, harga Bitcoin kembali melonjak dan mulai berbanding terbalik dengan harga minyak. Hal ini membuat para trader membeli kembali Bitcoin mereka, hal ini membuat harga Bitcoin melonjak semakin tinggi.
