Bitcoin kembali turun ke $71.843 pada hari Jumat. Penurunan ini terjadi usai upaya ketiganya untuk menembus $73.000.
Penurunan ini tergolong kecil, mengingat Bitcoin telah naik 7,9% dalam seminggu. Selain itu, beberapa kripto lain juga mengalami kenaikan. Ether mengalami kenaikan 6.6% dan bertahan di $2.189. Solana naik 5.1% ke $83.09. XRP bertambah 2.8% ke $1.34. Dogecoin naik 2.4% ke $0.092. Menurut data dari CoinDesk, seluruh 10 besar aset kripto berada di zona hijau dalam grafik mingguan untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan.
Hingga kini, Bitcoin masih tertahan di harga $73.000. Level ini terus membatasi Bitcoin sejak diumumkannya gencatan senjata pada hari Selasa. Terdapat pola identik seperti pada periode sebelum adanya gencatan senjata, hanya saja bergeser dengan nilai yang lebih tinggi, yaitu antara $70.000 dan $73.000.
CEO Galaxy, Mike Novogratz, memasang standar lebih tinggi. Ia menjelaskan bahwa syarat utama bagi Bitcoin untuk melanjutkan tren naik adalah konsolidasi di atas $74.000 diikuti dengan penembusan di atas $80.000. Dengan menembus level tersebut, gelombang optimisme baru akan terpicu dan bisa memulihkan tren naik.
Ketika kripto utama seperti Bitcoin, Ethereum, hingga Solana cenderung stabil, beberapa altcoin seperti Algorand dan Polkadot justru melemah. Ini menunjukkan bahwa para investor memindahkan uang dari koin yang berisiko tinggi, altcoin, ke koin yang lebih stabil dan aman seperti Bitcoin. Inilah yang disebut dengan rotasi aset.
Pergerakan nilai Bitcoin sendiri masih sangat dipengaruhi oleh sentimen geopolitik. Jika gencatan senjata berlangsung lancar dan Selat Hormuz dibuka, Bitcoin bisa kembali mencoba menembus $73.000 untuk keempat kalinya. Sebaliknya, jika ketegangan politik kembali meningkat, nilai Bitcoin berpotensi merosot hingga $68.000.
Oleh karena itu, para investor saat ini sudah mulai berani, namun mereka juga masih sangat waspada sambil memantau situasi global.
