Dua puluh empat jam terakhir penuh dengan gejolak bagi Bitcoin. Walau harganya sempat rmengalami rally pada bulan Januari, progres dua minggu resmi terhapus seiring penurunan harga Bitcoin yang sedikit namun konsisten.
Pada tanggal 4 Februari dini hari, Bitcoin bahkan jatuh ke nilai $72.900. Ini adalah nilai terendah Bitcoin sejak November 2024, ketika Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat. Saat artikel ini ditulis, CoinDesk mencatat Bitcoin diperjualbelikan di harga $76.300.
Dampak penurunan harga tidak hanya berpengaruh pada investor Bitcoin saja. Investopedia mencatat saham yang berkaitan dengan crypto juga berfluktuasi, seperti Coinbase (COIN), Strategy (MSTR), Circle (CRCL), dan Gemini (GEMI). Masing-masing saham ini mencatat penurunan setidaknya 15% dalam 5 hari terakhir.
Sementara itu, prediksi harga Bitcoin dalam jangka pendek tidak tampak optimis. Para investor events contract di Polymarket menaruh kemungkinan 48% bahwa Bitcoin akan mencapai harga $70,000 atau bahkan di bawahnya.
Events contract lain di Kalshi juga menunjukkan rasa pesimis pasar. Investor bertaruh bahwa nilai Bitcoin akan lebih rendah dari sekarang pada akhir Februari.
Saat kondisi pasar sedang lesu, hal pertama yang harus diingat investor adalah jangan panik dan gegabah. Pelajari strategi menghadapi kondisi pasar buruk di artikel Apa Itu Bear Market: Arti, Ciri, dan Strategi Menghadapinya di Dunia Kripto.
