Game Blockchain Terbaik 2025: Main Game Sambil Dapat Crypto

Published Date:December 6, 2025Read Time:8 menit
profile picture

DRX Admin

Game Blockchain Terbaik 2025: Main Game Sambil Dapat Crypto

Seiring perkembangan teknologi, dunia game terus berevolusi. Dulu, game hanya dimainkan di konsol seorang diri atau dengan teman. Kemudian, game memungkinkan kita bermain dengan orang di belahan dunia lain. Game menjadi semakin populer dan kompetitif sehingga muncul profesi gamer profesional.

Kini, dunia gaming berevolusi lagi dengan kehadiran blockchain. Kebanyakan orang masih berpikir blockchain cuma digunakan di industri keuangan untuk penyimpanan dan transaksi kripto. Padahal, industri gaming pun bisa diintegrasikan dengan blockchain untuk mewujudkan hal-hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Dengan keberadaan blockchain pada gaming, pengalaman bermain game jadi lebih aman, transparan, dan bahkan menguntungkan. Pemain tidak hanya mendapat hiburan, tetapi keuntungan finansial lewat kepemilikan aset digital.

Bagaimana cara blockchain gaming merombak pengalaman gaming yang kita kenal sejauh ini? Artikel ini membahas pengertian blockchain gaming, model play-to-earn, cara mendapat keuntungan lewat bermain game blockchain, dan contoh game blockchain yang populer.

Ringkasan Singkat:

  1. Blockchain gaming adalah inovasi yang menggabungkan game dengan teknologi blockchain.
  2. Game blockchain mengusung konsep play-to-earn yang memungkinkan pengguna mendapat reward dengan nilai tukar nyata.
  3. Aset digital dalam game blockchain berupa token atau NFT yang bisa diperjualbelikan.

Apa itu Blockchain Gaming?

Blockchain gaming adalah inovasi terbaru di dunia gaming, di mana game diintegrasikan dengan teknologi blockchain. Misalnya, game yang memakai NFT sebagai aset in-game disebut game NFT, sementara game dunia virtual bisa disebut game metaverse.

Teknologi blockchain gaming punya beberapa karakteristik utama.

Desentralisasi

Biasanya, game dirancang oleh sebuah studio game. Namun, game blockchain direncanakan, diprogram, sampai dikelola oleh para anggota DAO (Decentralized Autonomous Organization). Oleh karena tidak dikendalikan satu entitas, kecil kemungkinan game blockchain batal beroperasi secara tiba-tiba.

Interoperabilitas

Satu game blockchain bisa berinteraksi dengan game blockchain lain. Jadi, aset dalam satu game tidak eksklusif di game itu saja, melainkan punya penggunaan dan cakupan pasar yang lebih luas.

Kepemilikan dalam game

Aset digital dalam game benar-benar jadi milik pemain. Game blockchain juga bisa memberi kesempatan bagi pemain untuk membeli atau memenangkan token native atau NFT. Aset ini bisa diperjualbelikan di DEX (Decentralized Exchange) dengan uang fiat.

Pemindahan data

Di game konvensional, pemain tidak punya kendali dan kepemilikan atas data mereka. Berbeda dengan blockchain game, di mana pemain bisa memindahkan aset-aset mereka ke berbagai platform atau game lain.

Mengenal Model Play-to-Earn

Salah satu daya tarik terbesar blockchain gaming adalah model play-to-earn (P2E). Selama ini, game konvensional berfokus pada hiburan. Namun, kehadiran blockchain di gaming merevolusi industri ini dengan memberi kesempatan bagi pemain untuk mendapat keuntungan nyata melalui game.

Cara Kerja Game Play-to-Earn

Di game dengan model bisnis play-to-earn, pemain bisa mendapat aset in-game yang punya nilai nyata.

Dalam game tradisional, aset-aset ini cuma bisa digunakan dalam ekosistem game tersebut. Pemain bisa membeli aset in-game dengan uang fiat melalui proses top up. Namun, di game P2E, pemain bisa memonetisasi aset mereka dan mendapat imbalan uang fiat atau aset kripto lain.

Aset-aset yang bisa didapat dan dimonetisasi di game blockchain dengan model P2E antara lain:

  1. Mata uang kripto
  2. Token native, seperti Axie Infinity dengan dua token native (SLP dan AXS) atau Decentraland dengan token MANA.
  3. Token populer, seperti Bitcoin Pop dan Bitcoin Blast yang memberi reward Bitcoin.
  4. NFT (Non-Fungible Token), misalnya Alien Worlds dan Gods Unchained.

Contoh Kasus Game Blockchain Play-to-Earn

Popularitas game blockchain play-to-earn semakin meningkat seiring dengan banyaknya pemain yang menyadari nilainya.

Bahkan, di beberapa negara, game blockchain play-to-earn sudah jadi sumber penghasilan utama.

Misalnya, di Filipina, tingkat pengangguran meningkat drastis saat pandemi. Kesulitan mencari kerja dan upah minimum yang rendah membuat banyak orang mencari alternatif mata pencaharian.

Perhatian terpusat ke game Axie Infinity. Pemain bisa mendapat sampai $300 per bulan dengan mengumpulkan SLP, mata uang digital di game tersebut.

Axie Infinity bukannya memberikan “uang gratis” ke pemain. Untuk bermain game ini, pemain harus membeli 3 NFT Axie. Seiring dengan meningkatnya popularitas, harga NFT Axie juga semakin mahal.

Jadi, komunitas pemain menawarkan Axie scholarship untuk membantu orang-orang yang ingin mulai bermain Axie Infinity tetapi tidak punya modal awal. Axie scholarship dijalankan dengan sistem profit-share, di mana seorang pemain menyewakan Axie mereka ke pemain baru yang berkomitmen menghasilkan token.

5 Game Blockchain Populer di 2025

Sudah ada banyak sekali game berbasis blockchain yang beredar di pasar. Berikut 5 di antaranya.

Axie Infinity

Axie Infinity adalah game blockchain terbesar dengan konsep dunia virtual yang dipenuhi makhluk bernama Axie. Axie bisa dikumpulkan, dikembangbiakkan, dan digunakan dalam pertarungan dengan pemain lain. Tiap Axie merupakan NFT yang punya karakteristik unik. Semakin langka sebuah Axie, semakin tinggi nilainya.

Axie Infinity menggunakan 2 tokene native: Axie Infinity Shards (AXS) sebagai governance token yang juga bisa dipakai untuk staking, serta SLP (Secret Love Potion) yang didapat lewat gameplay dan event.

Di 2021, game ini sukses besar saat token governance AXS mencapai market cap $10 miliar. Hingga saat ini pun, jumlah transaksi di Axie Infinity mencapai $6 juta per bulan.

Illuvium

Illuvium adalah RPG (role-play game) open world di blockchain Ethereum. Di game ini, pemain mengumpulkan makhluk-makhluk fantasi yang digunakan untuk bertarung dengan pemain lain.

Illivium adalah kombinasi sempurna antara ekonomi game dan dunia nyata dengan integrasi elemen gaming kompetitif dengan DeFi (Decentralized Finance). Game ini punya token native Illuvium (ILV) yang bisa digunakan untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara, pembelian aset dalam game, dan bahkan staking.

World of Dypians

World of Dypians adalah game metaverse yang berpusat pada kepemilikan NFT dalam bentuk tanah virtual dan makhluk yang disebut Caws.

Selain itu, game ini menggunakan token WOD sebagai mata uang in-game untuk transaksi dan reward.

Konsep MMORPG imersif World of Dypians sukses menarik perhatian 3,7 juta pemain dan $1,54 miliar transaksi bulanan.

Gods Unchained

Trading card bukanlah jenis game yang baru, tetapi Gods Unchained menggabungkan konsep klasik ini dengan NFT. Tiap kartu yang dikoleksi adalah NFT yang bisa diperjualbelikan di marketplace. Artinya, tidak seperti kebanyakan game trading card lain, di Gods Unchained, pemain punya kepemilikan penuh atas kartu-kartu mereka.

Oleh karena harga satu kartu tidak sampai $1, Gods Unchained menggunakan ImmutableX sebagai settlement layer untuk mengamankan integritas transaksi.

Gods Unchained juga punya native token GODS yang punya fungsi governance, transaksi, dan staking.

The Sandbox

The Sandbox adalah game blockchain berbasis Ethereum yang mengusung konsep dunia virtual. Pemain bisa membeli lahan dan membangun ekosistem mereka sendiri.

Game blockchain ini punya dua token native. Yang pertama adalah SAND yang dipakai untuk transaksi lahan dan governance DAO. Kedua, ada token ASSET yang berupa NFT sebagai representasi kepemilikan aset in-game.

Cara Menghasilkan Token Lewat Blockchain Gaming

Tertarik mencoba game blockchain untuk mendapat keuntungan nyata? Ikuti panduan sederhana ini.

Pilih game blockchain

Pilih game blockchain dengan genre yang Anda minati. Pastikan melakukan riset untuk memastikan game tersebut punya komunitas pemain yang aktif dan tim pengembang yang terpercaya.

Dapatkan reward

Untuk mendapat reward berupa token atau aset digital, biasanya pemain harus melakukan hal-hal ini.

  1. Menyelesaikan tantangan atau misi rutin.
  2. Mengumpulkan item langka atau berharga.
  3. Token staking untuk mendapat penghasilan pasif.
  4. Bertanding dengan pemain lain.
  5. Jual-beli aset di marketplace dalam game.

Siapkan wallet kripto

Kalau sudah siap mengubah reward dalam game menjadi mata uang fiat atau kripto lain, siapkan wallet kripto yang mendukung token atau NFT game. Lakukan transfer ke dompet agar aset tersimpan dengan aman.

Jual beli aset

Token atau NFT dari game bisa diperjualbelikan di exchange bawaan game, tetapi bisa juga di platform eksternal seperti bursa kripto. Untuk hasil optimal, amati tren pasar dan nilai token sebelum melakukan trading.

Masa Depan Industri Gaming di Dunia Blockchain

Blockchain gaming memang masih inovasi baru, tetapi sudah ada banyak perkembangan menarik dalam satu dekade terakhir.

Bukan hanya individu atau DAO yang mengembangkan game blockchain. Perusahaan besar juga mulai berlomba-lomba mengintegrasikan blockchain di game mereka. Contohnya, di 2023, Sony mengajukan paten untuk framework NFT gaming.

Ke depannya, kita bisa menantikan inovasi blockchain gaming seperti berikut.

Game AAA Berbasis Blockchain

Game AAA (Triple-A) adalah sebutan untuk game yang dibuat oleh produser besar dengan alokasi budget yang besar.

Saat ini, beberapa developer game besar sudah merilis game berkualitas tinggi dengan integrasi blockchain, seperti Illuvium dan Sorare yang dua-duanya menggunakan blockchain Ethereum.

Ekosistem Terdesentralisasi

Game blockchain dengan ekosistem terdesentralisasi akan memungkinkan pemain untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai arah pengembangan game favorit mereka.

Kepemilikan Penuh dan Transfer Aset Bebas

Interoperabilitas dalam blockchain gaming membuka banyak potensi menarik. Pemain bisa mentransfer aset digital dari satu game ke game lain. Seperti yang dibayangkan Mike Shinoda, co-founder Linkin Park:

“Bayangkan menggunakan skin Valorant favorit Anda di Fortnite tanpa membayar ekstra, karena Anda pemiliknya. Lalu menggunakan skin tersebut di CoD, Minecraft, dan bahkan Twitter dan IG.”

Visi interoperabilitas yang dipaparkan Shinoda mungkin terkesan mustahil sekarang, tetapi sangat mungkin terjadi di masa depan dengan teknologi blockchain gaming.

Integrasi dengan Media Sosial

Kita akan melihat semakin banyak game blockchain yang terintegrasi dengan media sosial dan platform komunikasi lain. Contohnya Hamster Kombat, game dengan blockchain The Open Network (TON). Game ini bisa diakses dengan mudah melalui Telegram.

FAQ

Bagaimana cara kerja game blockchain?

  1. Pemain mendapat reward berupa token atau NFT dari game blockchain.
  2. Token atau NFT punya nilai jual nyata.
  3. Aset dalam game bisa ditukarkan dengan kripto lain atau mata uang fiat.

Apakah game blockchain benar-benar bisa menghasilkan keuntungan?

Game blockchain memang memberi reward yang punya nilai tukar nyata, tetapi keuntungan yang didapatkan bergantung pada game yang dipilih. Selama sebuah game blockchain punya model finansial yang sehat, Anda bisa memperoleh hasil yang menguntungkan. Tentunya, Anda perlu menginvestasikan uang, waktu, atau keduanya.

Terapkan strategi ini untuk memaksimalkan keuntungan bermain game blockchain:

  1. Riset tokenomics dan komunitas game blockchain.
  2. Pantau harga beli dan jual token di marketplace.
  3. Diversifikasi dengan bermain beberapa game untuk menyebar risiko dan meminimalisasi kerugian.
  4. Kuasai mekanisme game untuk memaksimalkan reward.
  5. Ikuti berita blockchain dan kripto terkini.

Bisakah aset game blockchain hilang?

Tidak, karena sifat game blockchain yang terdesentralisasi berarti tidak ada satu titik kegagalan tunggal. Namun, aset game blockchain Anda bisa “hilang” jika tidak disimpan dengan aman. Pastikan menyimpan aset di dompet kripto yang terpercaya dan jangan membagikan private key ke siapapun.

Apa risiko game blockchain?

  1. Mengirim token ke wallet yang salah: Jika Anda bermain banyak game di blockchain berbeda-beda, ada kemungkinan salah memasukkan alamat dompet kripto saat mau mengirim token. Selalu cek alamat dompet sebelum memindahkan aset kripto apa saja.
  2. Risiko scam: Jangan pernah membagikan private key dompet ke siapa saja. Jika ada game blockchain yang menjnajikan keuntungan fantastis tanpa bukti, sebaiknya berhati-hati dan lakukan riset menyeluruh.
  3. Fluktuasi nilai token: Jika popularitas game menurun, nilai asetnya juga akan turun.

Kesimpulan

Kehadiran blockchain telah merevolusi cara kita memandang game. Game sudah bukan sekadar sarana hiburan, tetapi wadah interaksi dengan komunitas besar, cara mendapat penghasilan nyata, dan pintu masuk ke dunia Web3 yang terdesentralisasi.

Model play-to-earn jadi daya tarik game blockchain. Namun, sebelum Anda mencoba blockchain gaming, pastikan melakukan riset menyeluruh tentang tokenomics, aktivitas pemain, dan latar belakang tim pengembangnya. Jangan cuma terjebak hype suatu game yang menawarkan “uang gratis.” Pelajari cara melakukan DYOR (Do Your Own Research) di artikel DRX Token: Apa Itu DYOR: Arti, Pentingnya, dan Cara Melakukannya di Dunia Kripto.